Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN BIAYA PRODUKSI RUMAH TEMPE INDONESIA DENGAN PENDEKATAN FULL COSTING DALAM KOMPLEKSITAS KECACATAN Sari, Hilda Fitria; Almaeera, Nasya Alula; Yusuf, Nurfadlan Syahbana; Alfaqih, Harits Azzam; Natasha, Natasha; Caesha Salsabila, Siti Haerunnisa; Sinaga, Antonya Rumondang; Heviawati, Sari; Farida Ratna Dewi; Novia Rahmawati
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v2i4.2298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghitung harga pokok produksi (HPP) pada UMKM Rumah Tempe Indonesia dengan pendekatan metode full costing, serta mempertimbangkan kompleksitas cacat produksi dan proses rework. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran, yaitu pendekatan kualitatif melalui wawancara dan studi literatur, serta pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan dan analisis data finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi sebesar Rp229.995.611 per bulan untuk memproduksi 30.000 pcs tempe, dengan HPP per unit sebesar Rp7.666. Setelah memperhitungkan biaya rework akibat 5% produk cacat, HPP meningkat menjadi Rp7.669 per unit. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode full costing mampu memberikan gambaran biaya yang menyeluruh dan akurat, serta dapat menjadi acuan penting dalam pengambilan keputusan strategis UMKM untuk efisiensi, pengendalian biaya, dan penetapan harga jual.   Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Full Costing, UMKM, Produk Cacat, Rework
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA UMKM TAHU TANSA Ariyanto, Erika Estry; Octavianus Tampubolon, Joshua Nathanael; Siboro, Maria Lestari; Fadhilah, Muhammad Fikri; Nadia, Nadia; Unawekla, Stevanny Debby; Heviawati, Sari; Sinaga, Antonya Rumondang; Dewi, Farida Ratna; Rahmawati, Novia
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v2i3.2267

Abstract

Pengolahan tahu oleh UMKM Tahu Tansa Bogor menjadi peluang usaha yang menjanjikan dalam meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal yaitu kedelai. Pemanfaatan kedelai sebagai bahan utama dalam produksi tahu merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan impor. Oleh karena itu, kelayakan finansial dalam pengembangan usaha produksi Tahu Tansa menjadi sangat penting. Berdasarkan hasil anasilis kelayakan, diperoleh hasil Net Present Value positif sebesar Rp 258.136.455, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 74,86%, Payback Period selama 11 bulan, dan rasio Benefit/Cost (B/C) sebesar 2,52. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa usaha produksi Tahu Tansa Bogor layak untuk dijalankan.
ANALISIS PERHITUNGAN PRODUK CACAT DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA UMKM TAHU TANSA Ariyanto, Erika Estry; Octavianus Tampubolon, Joshua Nathanael; Siboro, Maria Lestari; Fadilah, Muhammad Fikri; Nadia, Nadia; Unawekla, Stevanny Debby; Sinaga, Antonya Rumondang; Heviawati, Sari
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jismdb.v2i3.2268

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan perlakuan akuntansi biaya terhadap produk cacat dalam perhitungan harga pokok produksi di Tahu Tansa. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Penelitian ini menggunakan data kualitatif, yakni data berupa kata-kata, kalimat, skema, dan gambar. Adapun sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis kuantitatif deskriptif, yaitu dengan menghimpun data serta menjabarkannya berdasarkan kriteria umum yang berlaku serta temuan yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya produk cacat dalam proses produksi disebabkan oleh kelalaian karyawan dalam proses distribusi. Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Tahu Tansa tidak sesuai dengan perhitungan berdasarkan konsep akuntansi biaya. Tahu Tansa menetapkan harga pokok produksi per kemasan sebesar Rp 9.312,04, sedangkan menurut pendekatan akuntansi biaya seharusnya sebesar Rp 8.923,82, sehingga terdapat selisih sebesar Rp 388,21.