Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Masa Iddah Mutawafa (Wanita Yang Di Tinggal Mati Suaminya) Achmad Rizal Muhaimin; Muhammad Mustahal; Fitrohtul Khasanah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8868

Abstract

Fenomena masa iddah bagi istri yang ditinggal wafat suaminya telah mengalami pergeseran makna dan praktik dalam masyarakat modern. Dalam Islam, masa iddah merupakan bentuk penghormatan terhadap suami yang telah meninggal dan menjadi sarana menjaga kemuliaan serta kehormatan wanita. Namun, di era digital saat ini, muncul kebiasaan baru, seperti mengunggah video ke media sosial yang menunjukkan aktivitas pribadi selama masa iddah. Perilaku ini memunculkan persoalan fikih sosial karena dinilai dapat menyerupai aktivitas keluar rumah atau menunjukkan ekspresi yang tidak mencerminkan suasana berkabung. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau praktik tersebut dengan pendekatan fikih sosial, dengan metode kualitatif berbasis penelitian pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa mengunggah konten ke media sosial saat masa iddah dapat bertentangan dengan nilai-nilai iddah apabila isi unggahan menunjukkan kebahagiaan yang berlebihan, berdandan, atau memperlihatkan diri secara terbuka. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dalam pembinaan sosial keagamaan di tengah perubahan zaman.
Peran Suami Mualaf Terhadap Pembentukan Keluarga Sakinah Nur Fatkurohman; Fitrohtul Khasanah; Najih Abqori
El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol. 11 No. 2 (2025): EL FAQIH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of convert husbands in forming a peaceful family in Islam. The background of this study is related to the increasing number of individuals who embrace Islam, often because of the need to fulfill marriage requirements. The main objective of this study is to analyze how converted husbands adapt to Islamic values ​​in building a peaceful family, with a focus on the role of husbands as leaders, protectors, and educators in creating a harmonious family environment. This study was conducted through the Mualaf Center institution in Yogyakarta with a qualitative approach through interviews with three couples of convert families. The findings of the study indicate that despite facing challenges in adjusting to a new religious identity, the role of convert husbands in forming a family full of peace, love, and spirituality is very important. Husbands play an important role in educating children, maintaining household harmony, and strengthening the spiritual foundation of the family. This study provides valuable insights into the dynamics of convert families in Muslim society and the important role of convert husbands in forming a peaceful family.
Pengalaman Mahasiswa Magang dalam Implementasi Nilai “Keren” pada Pelayanan Pengadilan Agama Purworejo Khuwaedi, Naufal; Fitrohtul Khasanah; Rahmatul Ummah; Shabrina Fatmasari Wahyu Untari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10499

Abstract

Kegiatan magang merupakan bentuk pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang diperoleh di perkuliahan ke dalam lingkungan kerja nyata. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman magang dalam mengimplementasikan nilai-nilai “KEREN” (Konsisten, Efisien, Ramah, Elegan, dan Netral) dalam pelayanan pada pelayanan Pengadilan Agama Purworejo. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu bulan, dimulai dengan orientasi lingkungan kerja, pendampingan tugas pelayanan pada bagian resepsionis, serta pembelajaran penggunaan aplikasi digital seperti SIPP, SINDORO, dan e-Court. Selama magang, mahasiswa berperan dalam kegiatan pelayanan yang antara lain penerimaan tamu, menanyakan keperluan, dan memastikan tamu memperoleh informasi yang sesuai. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami peran strategis bahwa pelayanan sebagai garda depan lembaga peradilan dan menerapkan nilai-nilai “KEREN” dalam setiap aktivitas kerja. Implementasi nilai tersebut menjadikan pelayanan lebih profesional, efisien, dan beretika. Kegiatan magang ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, menumbuhkan karakter profesional, serta memperkuat pemahaman terhadap pentingnya etika dan nilai pelayanan di lingkungan peradilan.
Waris Islam dalam Dinamika Sosial Kontemporer: Perspektif Living law di Daerah Istimewa Yogyakarta Nurrohim, Ahmad; Fitrohtul Khasanah; Habib Muhsin Syafingi; Miftakhul Ulya; Rahmat Septa Pratama
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15473

Abstract

Penelitian ini mengkaji hukum waris Islam (mawārīṡ) sebagaimana dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan living law. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis-empiris dengan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan memetakan pemahaman, sikap, dan praktik masyarakat terhadap pembagian harta warisan dalam konteks sosial kontemporer. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap 90 narasumber dari beragam latar belakang sosial, serta didukung oleh studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum waris Islam diakui secara normatif sebagai ajaran agama yang sah dan mengikat secara moral, terutama terkait prinsip dasar faraidh. Namun, dalam praktiknya, pembagian warisan lebih banyak diselesaikan melalui musyawarah keluarga dengan pertimbangan keadilan substantif, keharmonisan, dan pencegahan konflik. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat bersifat konsultatif dan legitimatif, bukan sebagai penentu teknis pembagian. Temuan ini menegaskan bahwa hukum waris Islam di Yogyakarta berfungsi sebagai living law yang hidup, dinegosiasikan, dan dijalankan secara kontekstual sesuai dinamika sosial masyarakat.