Firmansyah (Indoensia), Ain Rosa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame Akibat Macam Media Tanam dan Pemberian Cendawan Mikorza Arbuskular (CMA) Suprapto (Indoensia), Agus; Oktasari (Indoensia), Wike; Firmansyah (Indoensia), Ain Rosa
JURNAL VIGOR Vol 8, No 1 (2023): VIGOR: JURNAL ILMU PERTANIAN TROPIKA DAN SUBTROPIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/vigor.v8i1.7173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr) yang efektif berdasarkan jenis media tanam dan pemberian jamur mikoriza arbuskula. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai Agustus 2022 di Desa Salamkanci Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang dengan ketinggian ± 349 m dpl. Percobaan faktorial (3 x 4) disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis media tanam yaitu: tanah; arang sekam, tanah; kotoran ayam, soi; arang sekam; kotoran ayam. Faktor kedua adalah dosis jamur mikoriza arbuskular (CMA) yaitu: 10 g, 15 g, 20 g, dan 25 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam yang digunakan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan kandungan protein benih kedelai segar. berpengaruh nyata terhadap bobot biji segar per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot polong isi per tanaman dan bobot 100 biji kering. Jenis media tanam dengan tanah; arang sekam; Pupuk kandang ayam yang digunakan menghasilkan jumlah polong isi per tanaman yang paling banyak, dan berat biji segar per tanaman. Dosis CMA yang digunakan memiliki kandungan protein biji kedelai segar yang sangat nyata dan dosis 20 g yang digunakan memberikan efek yang lebih tinggi. Terdapat interaksi antara jenis media tanam dan dosis CMA terhadap kadar protein benih kedelai segar. dan bobot biji segar per tanaman. Dosis CMA yang digunakan memiliki kandungan protein biji kedelai segar yang sangat nyata dan dosis 20 g yang digunakan memberikan efek yang lebih tinggi. Terdapat interaksi antara jenis media tanam dan dosis CMA terhadap kadar protein benih kedelai segar. dan bobot biji segar per tanaman. Dosis CMA yang digunakan memiliki kandungan protein biji kedelai segar yang sangat nyata dan dosis 20 g yang digunakan memberikan efek yang lebih tinggi. Terdapat interaksi antara jenis media tanam dan dosis CMA terhadap kadar protein benih kedelai segar.