Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN PRECISION WITH TEMPO TERHADAP AKURASI PUKULAN GROUNDSTROKE PADA UKM TENIS LAPANGAN UNY Sunaryo, Sunaryo; As Shafi, Sabda Hussain; Pamungkas, Galih; Rohmansyah, Nur Azis; Rahayu, Puji
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) Vol. 31 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v31i1.84210

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari latihan "precision with tempo" terhadap akurasi teknik pukulan groundstroke pada Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, metode penelitian eksperimen semu ini menggunakan metode one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain UKM Tenis Lapangan UNY. Sampel dalam penelitian ini adalah 12 pemain UKM tenis lapangan UNY yang tingkat akurasi teknik pukulan groundstroke-nya masih rendah, bukan pemain inti UNY dan pemain dalam level menengah. Instrumen untuk tes yang digunakan adalah Hewitt Tennis Test untuk menilai tingkat akurasi dengan melakukan pukulan groundstroke forehand dan backhand dengan menggunakan target yang telah ditentukan. Adapun teknik analisis data menggunakan uji paired-t test, yaitu dengan maksud untuk membandingkan nilai rerata dari hasil pre- test dan post-test sebelum dan sesudah perlakuan dengan sampel yang sama. Sebelum uji paired-t test, terlebih dahulu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan metode latihan precision with tempo, rata-rata skor groundstroke forehand maupun groundstroke backhand mengalami peningkatan, yaitu groundstroke forehand sebesar 2,77 dan groundstroke backhand sebesar 3,87. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model latihan "precision with tempo" terhadap akurasi pukulan groundstroke pada UKM Tenis Lapangan UNY. THE EFFECT OF "PRECISION WITH TEMPO" EXERCISES ON THE ACCURACY OF GROUNDSTROKE PUNCH TECHNIQUES IN THE FIELDS TENNIS STUDENTS ACTIVITY UNIT OF YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY AbstractsThe purpose of this study was to determine the effect of "precision with tempo" exercises on the accuracy of groundstroke punch techniques in the Fields Tennis Students Activity Unit   of Yogyakarta State University. This was a quasi-experimental research using the one group pretest posttest design method. The population in this study were players of Fields Tennis Students Activity Unit of Yogyakarta State University with sample of 12 players whose accuracy of groundstroke punch technique was still low, not the core players and mid-level players. The instrument for the test used is the Hewitt Tennis Test to assess the level of accuracy by forehand and backhand groundstroke by using a predetermined target. The data analysis technique uses paired-t test, which is intended to compare the mean values of the pre-test and post-test results before and after treatment with the same sample. Before the paired-t test, performed the normality test and homogeneity test. The results showed that after practicing precision with tempo methods, the average forehand groundstroke and backhand groundstroke scores increased, namely the forehand groundstroke of 2.77 and the backhand groundstroke of 3.87. Thus, it can be concluded that there is an influence of the "precision with tempo" training model on the accuracy of groundstroke at the players of Fields Tennis Students Activity Unit of Yogyakarta State University.
Pelatihan health-related quality of life dan associated factors in functionally melalui self exercise and relaxation bagi lansia DIY As Shafi, Sabda Hussain; Cerika Rismayanthi; Enggista Hendriko Delano
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 29, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v29i2.90616

Abstract

Kualitas hidup lansia diukur dalam bentuk kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan lansia dengan berbagai macam faktor meliputi kesehatan fisik, hubungan sosisal, kesehatan lingkungan, psikologi, tempat tinggal, serta kualitas aktivitas lansia. Fase lansia ditandai dengan adanya proses degenerasi sel, jaringan, dan organ tubuh Penurunan fungsi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem gerak motorik, homeostatis, massa otot berkurang, neurologis, imunitas tubuh, penurunan kognitif, dan perubahan sistem sensorik, seperti penglihatan dan pendengaran yang buruk. Pemberian sosialisasi program terapi latihan dan terapi relaksasi sebagai penerapan peningkatan kualitas hidup lansia Sasana Wredha Mulya sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Diharapkan adanya acara tersebut dapat meningkatkan keeratan sosial maupun akitvitas fisik lansia yang secara tidak langsung dapat menjaga imunitas lansia. Kegiatan PKM berupa penyelenggaraan Sosialisasi dan Pelatihan Health-Related Quality of Life Dan Associated Factors In Functionally Melalui Self Exercise And Relaxation Bagi Lansia DIY di Panti Sasana Wredha Mulya, Sinduadi, Mlati, Yogyakarta telah terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada tanggal 10 Mei 2025 survey dan obesrvasi, 17 mei 2025 sosialisasi penyakit degeneratif, 24 mei 2025 praktik self exercise and self relaxation, dan 31 Mei 2025 monitoring kegiatan aktivitas fisik. Kegiatan diikuti oleh 62 Lansia Sasana Wredha Mulya secara antusias.
Sosialisasi Pengelolaan Penyakit Degeneratif pada Lansia di Posyandu Lansia Laras, Keluarahan Keparakan Kidul, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Prastyawan, Rifky Riyandi; Rahayu, Atikah; As Shafi, Sabda Hussain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 6 (2025): JPMII - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1048

Abstract

Penyakit degeneratif termasuk dalam golongan penyakit tidak menular, penyakit degeneratif ini berupa hipertensi, jantung, diabetes melitus, stroke, dan permasalahan sendi yang dapat menyebabkan resiko kematian peningkatan prevalensi penyakit lansia. Posyandu Lansia Laras merupakan tempat pelayanan kesejahteraan social bagi para lanjut usia beralamat di Keparakan Kidul MG1088 RT49 RW11 Yogyakarta, yang rata-rata lansia diatas 40 tahun, membutuhkan peningkatan mutu layanan baik di bidang sosial lansia, hidup sehat, lingkungan, dan pelayanan Kesehatan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran mengenai pencegahan dan pengelolaan penyakit degeneratif menambah kondisi kesehatan lansia di keparakan kidul memperbesar resiko. Sosialisasi mengenai pengelolaan penyakit degeneratif lansia menjadi upaya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Pemberian edukasi yang tepat mencakup pentingnya deteksi dini, pengendalian faktor resiko, dan penerapan hidup sehat, memberikan efek positif bagi perubahan hidup lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Laras RW 11, Keparakan Kidul MG 1088 RT 49 RW 11 Yogyakarta pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu workshop mengenai pengelolaan penyakit degeneratif, program pengecekan kesehatan, simulasi praktik aktivitas fisik, dan evaluasi melalui observasi. Pemeriksaan tekanan darah bertujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui gambaran secara umum terkait status tekanan darah serta pemeriksaan dini untuk penanganan awal dan pencegahan potensi risiko hipertensi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, usia 60-69 tahun lansia yang termasuk ke dalam kategori hipertensi berjumlah 11 orang dan yang termasuk ke dalam kategori normal berjumlah 11 orang. Usia 70-79 tahun yang termasuk ke dalam kategori hipertensi berjumlah 7 orang dan kategori normal berjumlah 9 orang. Usia 80 tahun ke atas yang termasuk ke dalam kategori hipertensi berjumlah 2 orang dan kategori normal tidak ada. Kegiatan PKM sosialisasi pengelolaan penyakit degeneratif lansia telah terlaksana dengan baik dengan peserta berjumlah 40 orang yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir secara antusias dan aktif, sehingga lansia dapat memahami bagaimana cara pencegahan ataupun pengelolaan secara baik dan meningkatkan kewaspaadaan terhadap penyakit degenerative.