Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip circular economy di Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga,Kabupaten Aceh Besar, melalui pemanfaatan limbah plastik rumah tangga dan material bambu lokaldalam pembangunan bangunan sederhana. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan,pengumpulan data lingkungan dan sosial, uji material, pembangunan prototipe, dan evaluasi. Hasilsurvei menunjukkan tingginya ketersediaan plastik lunak dan bambu betung sebagai sumber daya lokalyang murah dan terbarukan. Melalui proses edukasi dan pelibatan masyarakat, berhasil dikumpulkan±180 botol ecobrick berisi ±45 kg limbah plastik yang digunakan sebagai elemen dinding dalambangunan berukuran 3x3 meter. Bambu digunakan sebagai struktur utama (kolom dan rangka atap),sedangkan ecobrick disusun horizontal dan direkatkan dengan mortar tanah dan semen. Uji materialmenunjukkan bahwa ecobrick mampu menahan beban tekan 120–150 kg, sedangkan bambu yang telahdiawetkan cukup kuat untuk menopang bangunan ringan satu lantai. Secara lingkungan, program iniberhasil meningkatkan kebersihan dan mendorong budaya pemilahan sampah. Secara sosial, 82%responden menyatakan tertarik menggunakan ecobrick-bambu untuk bangunan kecil, dan 70%berkomitmen melanjutkan pemilahan sampah. Prototipe bangunan yang dibangun bersama wargadalam waktu 10 hari menunjukkan efisiensi biaya hingga 35% dibandingkan material konvensional.Kombinasi ecobrick dan bambu dinilai cocok untuk bangunan non-permanen seperti ruang baca, posronda, atau tempat bermain anak, dan memperkuat kemandirian desa dalam pengelolaan material danlingkungan secara berkelanjutan.