Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTAS SENI ISLAMI SEBAGAI STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK ANAK-ANAK Hutomo, Arif; Purnamasari, Elvira; Purna Sari, Efta Liza; Afifah, Syahwalid; Putri, Melinda Dita; Putri, Allya Dwi; Syahida, Amani; Agustiana, Pebi; Oktaria, Selva; Putri, Tesssa Amelia; Zagirin, A. Riska Emilia; Putri, Liza Sintia; Aprin; Khotimah, Khusnul; Qurnia, Indah; Marhamah, Siti; Patriawati, Salma Junia; Saputra, Sahlan Rangga; Akbar, Haikal Vidi; Al-Fariz, Muhammad Ghani; Wahyuni, Shoviana; Jannah, Meftahul
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 03 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan akhlak di kalangan anak-anak menjadi tantangan besar di era modern akibat pengaruh negatif dari teknologi dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membina akhlak anak-anak melalui strategi pentas seni Islami. Metode yang digunakan adalah pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) yang menekankan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan aset lokal. Program ini diterapkan di TPQ Gang Pematang Keramat, Bengkulu, dengan mengadakan kegiatan seperti nasyid, tarian adat Islami, dan penampilan Islam Ceria. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pentas seni Islami efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman seperti Rukun Islam, Rukun Iman, serta membentuk karakter anak yang religius, disiplin, dan memiliki semangat belajar. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan anak-anak dengan budaya lokal dan nilai spiritual.
MORAL BOUNDARIES OF HUMOR IN DIGITAL DA‘WAH: AN ETHICAL ANALYSIS BASED ON MAQASID AL-SHARI‘AH Agustiana, Pebi; Rahayu, Siti
Al-Imtaz: Jurnal Keilmuan Ushuluddin Vol 2, No 2 (2025): Al-Imtaz: Jurnal Keilmuan Ushuluddin
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/iz.v2i2.8434

Abstract

Contemporary Islamic Da’wah faces a complex ethical dilemma due to mediatization pressures demanding entertainment (engagement) while simultaneously maintaining moral integrity. This research aims to examine the ethical limits of humor (mazhaka) and mockery (istihza’) in Da’wah through the lens of Moral Philosophy. The method employed is qualitative normative-philosophical analysis, examining ethical imperatives based on Maqasid al-Syari’ah and Imam Al-Ghazali’s Tazkiyah al-Nafs theory. The findings confirm that Istihza’ (mockery) based on the principle of Superiority, such as disparaging social status or profession, constitutes a direct violation of Hifz al-’Irdh (protection of dignity), which is categorized as dharuriyyah (primary necessity) in Shari’ah. Philosophically, Istihza’ is a manifestation of the failure of riyadhah al-nafs (spiritual discipline) and contradicts the principle of Tawhid and the ethics of Ihsan which demand humility (tawadhu’) and the application of the Golden Rule of Ethical Reciprocity. Controversial cases in Indonesia serve as empirical evidence that the risk of collective harm (mafsadah), amplified by digital viral dynamics, outweighs the purported benefit of entertainment. Therefore, digital Da’i are mandated to implement Predictive Ethical Consequence Analysis to maintain authentic moral authority.