Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Citra Perempuan dalam Produk Sastra Populer Bergenre Romance pada Novel Jodoh untuk Nirmala Adira Cahya; Nazwa Annisa; Putri Dhea Sapitri; Vita Nancy Manurung; Tomi Arianto
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/29xxp330

Abstract

This study analyzes the representation of women in the novel Jodoh untuk Nirmala by Lis Susanawati using Barbara Welter’s The Cult of True Womanhood theory. The study highlights how the character Nirmala embodies the values of piety, purity, submissiveness, and domesticity as constructed within a patriarchal society. The novel reveals that women are often judged based on their virginity and domestic roles, while men are not held to the same standards. Additionally, it illustrates how patriarchy legitimizes male control over women in marriage. However, beyond portraying women as submissive to social norms, the novel also conveys a feminist message through Nirmala’s struggle to break free from patriarchal constraints. Her decision to divorce Brian represents a form of resistance against oppressive norms. Thus, the novel critiques gender inequality and emphasizes the importance of women’s freedom in determining their own lives.
Kritik Sosial Dalam Iklan “Tikus Rakus” Marjan 2026: Analisis Wacana Kritis Perspektif Norman Fairclough Elisabet Hutauruk, Irma Laura; Rut Putriana br Manik; Putri Dhea Sapitri; Arya Dwi Andika4; Irna Renata Sembiring; Rosmawaty Harahap
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dan relasi kuasa yang direpresentasikan dalam iklan Marjan 2026 yang berjudul “Tikus Rakus” dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Iklan tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga berfungsi sebagai teks yang mengandung makna ideologis dan sosial dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan, dan metode pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi cuplikan visual, cerita, dan dialog yang ditemukan dalam iklan. Analisis wacana kritis terdiri dari tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol "tikus rakus" berfungsi sebagai simbol keserakahan dan kontrol kekuasaan. Iklan membangun karakter yang rakus dan dominan dalam dimensi teks dan visual. Iklan, dalam konteks praktik wacana, dibuat dan didistribusikan melalui media digital, memungkinkan berbagai interpretasi audiens. Iklan, di sisi lain, mengkritik tindakan keserakahan yang bertentangan dengan prinsip moral masyarakat. Oleh karena itu, iklan ini tidak hanya menyampaikan pesan komersial tetapi juga memberikan kritik sosial yang berkaitan dengan keadaan masyarakat saat ini.