Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

BROKEN HOME SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN PUNK FASHION Putri, Selsa Nabila; Nofrian, Fendi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.367

Abstract

Penciptaan karya tugas akhir yang berjudul “Broken Home sebagai Sumber Ide Penciptaan Punk fashion” merupakan bentuk dari perwujudan busana yang terinspirasi dari broken home sebagai simbol perasaan kehilangan, kekacauan, dan pencarian jati diri. Kondisi keluarga yang retak seringkali meninggalkan luka emosional yang mendalam, dan hal tersebut diterjemahkan ke dalam gaya punk sebuah bentuk ekspresi diri yang kuat, penuh perlawanan, dan tidak konvensional. Dalam perancangan busana, digunakan elemen visual khas punk seperti rantai logam dan peniti yang tidak hanya berfungsi sebagai aksen dekoratif, tetapi juga sebagai simbol luka, perlawanan, dan ketegaran. Warna-warna gelap, potongan tidak simetris, serta detail kasar dipilih untuk memperkuat kesan emosional dan simbolik dari tema yang diangkat. Karya ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi media penyampai pesan dan bentuk ekspresi terhadap pengalaman hidup yang penuh tantangan. Adapum metode prnciptaaan karya ini yaitu dengan proses esksplorasi Hasil dari perwujudan karya ini adalah karya haute couture dengan penyajian karya berupa fashion show.
ICE CREAM SEBAGAI SUMBER IDE FEMININE ROMANTIC STYLE Nurrisky, Laila; Nofrian, Fendi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.369

Abstract

Karya yang berjudul Ice Cream Sebagai Sumber Ide Feminine Romantic Style terinspirasi dari es krim stroberi sebagai sumber inspirasi utama dalam penciptaan busana merepresentasikan estetika feminine dan romantis yang diadaptasi ke dalam desain busana melalui siluet gaun yang anggun, lembut, dan elegan. Busana yang dikolaborasikan dengan kain tenun sadum Mandailing sebagai wastra tradisional bertujuan untuk menyeimbangkan antara unsur modern dan budaya nusantara. Pemilihan warna terinspirasi langsung dari segala elemen yang ada pada hidangan es krim stroberi, yaitu merah muda dan coklat muda (cream). Bahan yang digunakan pada busana Ready to Wear yaitu katun linen rami, pada busana Ready to Wear Deluxe dan Houte Couture kain silk maxmara, solft tulle, dan HPL. Metode penciptaan dimulai dengan tahap: eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Karya diwujudkan dengan menggunakan teknik penyambungan dan butik. Teknik hias yang digunakan adalah sulam payet dan lekapan benang. Detail pada busana diwujudkan menggunakan teknik fabric manipulation yaitu tucking. Hasil penciptaan karya berupa tiga tingkatan busana yaitu Ready to Wear yang berjudul Dewdrop Strawberry, Ready to Wear Deluxe yang berjudul Whipped Strawberry Whisper dan Houte Couture yang berjudul Blush Berry Fantasy. Busana ini dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari, acara pesta, dan acara gala.