Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Melindungi Kritik Film sebagai Karya Intelektual - Sebuah Urgensi bagi Regulasi Hak Cipta di Indonesia Putranto, Rizky Bayu; Ramadhiansyah, Dimas; Andari, Lintang Dinar; Soekah, Jonathan Madyson
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i1.15016

Abstract

Kritik film merupakan bentuk ekspresi intelektual yang berperan penting dalam ekosistemperfilman. Di Indonesia, regulasi hak cipta masih menjadi tantangan bagi kritikus film,terutama dalam penggunaan cuplikan film untuk analisis dan ulasan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengeksplorasi urgensi perlindungan hukum bagi kritik film sebagai karya intelektualserta mengusulkan regulasi yang lebih adil guna mendukung kebebasan berekspresi di bidangini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif denganpendekatan studi komparatif dokumen, membandingkan kebijakan hak cipta di Indonesiadengan negara lain yang tidak hanya terbatas di negara Amerika Serikat dan Inggris yang telahmengadopsi konsep fair use dan fair dealing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi diIndonesia masih belum memberikan perlindungan yang jelas bagi kritik film dalam konteks hakcipta sehingga kritikus tetap menghadapi risiko tuntutan hukum saat menggunakan cuplikanfilm dalam analisis mereka. Sebagai rekomendasi, diperlukan revisi terhadap regulasi hak ciptaIndonesia dengan mengakomodasi prinsip penggunaan wajar dalam kritik film, sebagaimanaditerapkan di berbagai negara. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan perlindungan hakcipta dengan kebebasan berekspresi sehingga kritik film dapat berkembang sebagai bagiandari diskursus intelektual yang sehat dan konstruktifKata kunci: fair use, hak cipta, kebebasan berekspresi, kritik film, regulasi
Commodified Empowerment in Ramadan Advertising: Mythological Women in Marjan Campaigns Putranto, Rizky Bayu
Jurnal Audiens Vol. 7 No. 2 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v7i2.803

Abstract

This study examines how female empowerment is represented in Marjan Ramadan advertisements through mythological narratives and how these representations relate to consumer culture. Using a qualitative approach, the study analyzes three Marjan Ramadan advertisements featuring Dewi Sri (2022), Putri Hijau (2024), and the daughter of Mpu Baradah in the Calon Arang narrative (2025). Data were collected from official advertisements and analyzed using Barthes’ semiotic framework and Derridean deconstruction, supported by feminist media perspectives. The findings show that the three female protagonists are consistently represented as central agents who confront threats, resolve conflicts, and restore environmental, social, or moral order. Through these mythological figures, female empowerment is constructed as leadership, protection, and collective responsibility. However, the analysis also reveals that empowerment is not presented as an autonomous outcome. In all three advertisements, conflict resolution is followed by communal consumption rituals centered on Marjan syrup, linking empowerment to consumption-oriented narratives. Consequently, empowerment operates within a dual framework: it appears progressive at the level of representation while remaining embedded within commercial logic at the structural level. The study concludes that Marjan advertisements transform female empowerment into a commodified discourse that connects gender representation, cultural symbolism, Ramadan values, and consumer practices.