Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Biochar dan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis di Bahan Tanah Ultisol Perdana, Andrian; Sidik Yunedi
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i1.667

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang populer di Indonesia. Tetapi, produksi jagung manis di Riau masih tergolong rendah, oleh sebab itu perlu adanya usaha ekstensifikasi pertanian dalam bentuk pengelolaan lahan marginal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar dan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) serta pengaruh utama kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dan mendapatkan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitan ini merupakan eksperimen faktorial 3×3 yang disusun menurut rancangan acak lengkap (RAL). Faktor I merupakan jenis biochar: B0 (tanpa biochar), B1 (biochar tempurung kelapa), dan B2 (biochar sekam padi). Faktor II merupakan dosis FMA: M0 (tanpa FMA), M1 (15 g per tanaman), dan M2 (30 g per tanaman). Data hasil analisis ragam diuji lanjut dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tidak dapat meningkatkan pertumbuhan jagung manis, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Namun, mampu meningkatkan hasil tanaman jagung manis, kecuali pada parameter jumlah baris biji per tongkol. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan biochar tempurung kelapa. Pemberian FMA mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada setiap parameter pengamatan, kecuali jumlah baris biji per tongkol. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan dosis FMA 30 g per tanaman. Pemberian biochar dan FMA belum menunjukkan adanya interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di tanah ultisol.
Peran Biochar dan Biofertilizer untuk Meningkatkan Kemampuan Tanah Menahan Air dan Ketersediaan Forfor pada Tanah Ultisol Perdana, Andrian; Sidik Yunedi; Eka Lupitasari
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.703

Abstract

Tanah ultisol merupakan tanah suboptimal dengan drainase buruk yang memiliki kemampuan menahan air dan ketersediaan fosfor yang rendah. Tanah ultisol mendominasi 25% dari total luas daratan Indonesia, sehingga perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pemberian biochar diharapkan mampu mengatasi permasalahan kemampuan menahan air, sedangkan biofertilizer pelarut fosfat mampu meningkatkan ketersediaan P di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian biochar dan biofertilizer pelarut fosfat terhadap peningkatan kemampuan tanah menahan air dan ketersediaan P pada tanah ultisol. Penelitan ini merupakan eksperimen faktorial 4×3 yang disusun menurut rancangan acak lengkap. Faktor I merupakan jenis biochar: C0 (tanpa biochar), C1 (biochar sekam padi), C2 (biochar tempurung kelapa), dan C3 (biochar cangkang kelapa sawit). Faktor II, yaitu jenis biofertilizer yang terdiri dari tiga taraf: F0 (tanpa biofertilizer), F1 (biofertilizer dari B. subtilis), dan F2 (biofertilizer dari P. fluorescens). Data hasil analisis ragam diuji lanjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dan biofertilizer pelarut fosfat mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air, P-tersedia, dan C-organik tanah, serta mampu meningkatkan performa keragaan tanaman kedelai. Biochar dari sekam padi dan biofertilizer dari B. subtilis lebih efektif untuk memperbaiki sifat tanah dan keragaan tanaman dibandingkan dengan perlakuan lainnya.