Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Spiritual Siswa Melalui Puasa Senin-Kamis Di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Kartasura Rosidi, Muhammad Faruq Abbad; Salim, Hakimuddin
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4257

Abstract

Spiritual education has an important role in shaping the character of students, especially at the junior high school level. One of the efforts to strengthen spiritual education in schools is through the implementation of the Monday-Thursday Fasting program. This study aims to determine the implementation of the Monday-Thursday Fasting program and its impact on the development of students' spiritual character at SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through direct observation, interviews with teachers and students, and analysis of relevant documents. The results showed that this program has been running effectively and structured. The Monday-Thursday Fasting program succeeded in increasing discipline, patience, emotional control, sincerity, and forming social solidarity among students. Observations showed a decrease in negative verbal behavior and increased spiritual awareness. Despite obstacles such as limited control outside the school environment and decreased student stamina, the school was able to make adjustments through special policies such as compressed class schedules and student health support. Program evaluation is carried out on an ongoing basis through teacher observation and regular communication with parents. These findings support Bronfenbrenner's theory on the importance of school and family interactions in shaping student character as well as ta'dib theory in Islamic education. In conclusion, the Monday-Thursday Fasting program contributes greatly to building a religious school environment, improving students' spiritual intelligence, and becoming a strategic model in the development of character education based on Islamic values in schools.
Evaluasi Non Tes di Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta: Impementasi dan Hambatan Maulana, Rafi Iqbal; Hanafi, Dimas Faturrahman; Rosidi, Muhammad Faruq Abbad; Inayati, Nurul Latifatul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.202

Abstract

Evaluasi non-tes, atau evaluasi formatif, memiliki peran krusial dalam pengembangan pendidikan, menilai kemajuan siswa di luar aspek akademis. Metode ini memungkinkan penilaian holistik terhadap keterampilan sosial, kepribadian, dan bakat siswa. Keunggulan utamanya terletak pada identifikasi keterampilan sosial dan kepribadian, kunci keberhasilan dalam masyarakat kompleks saat ini. Evaluasi ini juga memberikan guru peluang untuk memberikan umpan balik mendalam dan mendukung pendekatan pembelajaran yang responsif. Namun, penelitian ini menyoroti kendala dalam implementasi evaluasi non-tes di MAN 2 Surakarta, terutama pada pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI. Guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan instrumen non-tes, kurangnya pengembangan teknik evaluasi, dan perhatian yang masih lebih besar pada instrumen tes. Observasi menunjukkan bahwa evaluasi non-tes belum mendapatkan perhatian yang memadai, menghasilkan hambatan teknis, fokus pada penilaian sikap, kendala waktu, dan kurangnya keterampilan guru. Solusi yang diusulkan guru melibatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru melalui sosialisasi, pengembangan soft skill siswa, dan manajemen waktu yang lebih baik. Kesimpulannya, evaluasi non-tes diidentifikasi sebagai tantangan utama yang dapat diatasi dengan upaya peningkatan keterampilan guru dan manajemen pendidikan yang lebih efisien. Seiring dengan itu, penerapan evaluasi non-tes di MAN 2 Surakarta memberikan gambaran tentang pentingnya evaluasi, variasi instrumen yang digunakan, dan peran guru dalam memastikan evaluasi mencakup aspek hasil dan proses belajar siswa.