Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Swab Antigen Jemaat Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) Lansia Di Maulafa Kota Kupang Louis Wungouw, Herman Pieter; Shinta, Anita Lidesna; Redemptus, Redemptus; Rante, Su Djie To; Damanik, Efrisca
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6243

Abstract

Penularan Covid-19 telah kembali meningkat dan sudah ditemukan pasien di Yogyakarta saat ini. Hal ini pernah terjadi pada tahun 2020-2023 sehingga pemeriksaan swab antigen menjadi konsekuensi dari dampak penyebaran Covid-19 dan menjadi skrining awal sebelum penularan kepada orang lain tanpa disadari. Semakin cepat naik angka kasus positif pasien terkonfirmasi Covid-19 didukung dengan pemeriksaan rapid dan swab antigen yang diikuti oleh swab PCR. Hal ini menunjang agar penanganan pasien terkonfirmasi positif dapat segera ditangani oleh tenaga medis sehingga sedari awal pasien terkonfirmasi positif ini tidak datang dengan kondisi berat namun pada skala ringan hingga sedang. Peran nakes, khususnya tenaga laboratorium, dalam pemutusan rantai Corona ini sangat penting. Di tengah pandemi Covid-19, terjadi penyesuaian yang cenderung bersifat masif. Masyarakat lansia menjadi target utama karena kondisi paling lemah dalam masyarakat, selain usia juga fungsi organ yang sudah menurun disertai penyakit bawaan yang bila terkonfirmasi positif dan terlambat penanganan awal maka akan masuk dalam kategori status berat. Semakin berat kondisi pasien terkonfirmasi positif maka kecenderungan mengalami kegagalan penanganan yang menyebabkan kematian. Angka kematian pada pasien lansia menjadi yang terbanyak. Oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian ini agar dapat menjadi skrining awal pemutusan penyebaran Covid-19.
Hubungan Letak Hemiparesis Dengan Derajat Depresi Pada Penderita Stroke Non Hemoragik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Legoh, Christiano Yeheskiel; Louis Wungouw, Herman Pieter; Riwu, Magdarita; Deo, Dwita Anastasia
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i3.4103

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat sumbatan aliran darah otak yang sering menimbulkan hemiparesis sebagai gejala sisa. Kondisi kelemahan satu sisi tubuh ini tidak hanya berdampak pada fungsi fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap gangguan psikologis seperti depresi. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya mengenai kecenderungan depresi berdasarkan letak hemiparesis mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan letak hemiparesis dengan derajat depresi pada penderita stroke non hemoragik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 46 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Derajat depresi diukur menggunakan kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami depresi derajat sedang (37%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara letak hemiparesis dengan derajat depresi (p=0,009; p<0,05). Disimpulkan bahwa letak hemiparesis berhubungan secara bermakna dengan tingkat keparahan depresi pada pasien stroke non hemoragik, sehingga diperlukan perhatian multidisiplin dalam penanganan aspek fisik dan psikologis pasien.