Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permainan Tradisional Be Gasing sebagai Sarana Pengembangan Nilai Karakter Anak Usia Dini di Kalimantan Timur Khairunnisa Nazwa Kamilla
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4830

Abstract

Permainan tradisional merupakan jenis permainan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Permainan tradisional mengandung unsur dan nilai-nilai yang memiliki manfaat besar bagi para pemainnya. Gasing adalah suatu permainan yang berputar pada suatu sumbu dan menjaga keseimbangan pada suatu titik tertentu. Kebudayaan di Kalimantan Timur tidak hanya akan memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman budaya, tetapi juga membantu dalam melestarikan adat istiadat dan praktik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama pada anak usia dini. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan metode Studi Literatur Review, penelitian ini menekankan sumber pada penggunaan  ide - ide  tertulis  pada  analisis  dan  interpretasi. Penanaman karakter berbasis budaya lokal merupakan metode yang optimal untuk mengembangkan sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh adanya keberagaman budaya yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur perilaku dan komunikasi masyarakat ketika berinteraksi dengan individu, kelompok, atau lingkungan alam sekitar. Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan tradisional seperti Be Gasing, masyarakat berupaya untuk melestarikan budaya lokal dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai warisan budaya mereka.
Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson Khairunnisa Nazwa Kamilla; Alifia Nur Elga Saputri; Dayang Astri Fitriani; Sofie Aulia Az Zahrah; Putri Febiane Andryana; Istighna Ayuningtyas; Indah Salsabila Firdausia
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4835

Abstract

Perkembangan psikososial merupakan aspek penting dalam kesejahteraan mental dan emosional pada anak. Proses perkembangan ini melibatkan interaksi antara faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi perkembangan kepribadian dan kemampuan sosial anak (Arini, 2021). Teori Psikososial dikemukakan oleh Erik Erikson, ada 8 tahapan psikososial yaitu: Tahap Percaya vs Ketidakpercayaan (0-18 bulan), Tahap Otonomi vs Rasa Malu (18 bulan-3 tahun), Tahap Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-5 tahun), Tahap Ketekunan vs Rasa Rendah Diri (5-12 tahun), Tahap Identitas vs Kebingungan Peran (12-18 tahun), Tahap Keintiman vs Isolasi (18-40 tahun), Tahap Generativitas vs Stagnasi (40-65 tahun), Tahap Kematangan vs Putus Asa (65 tahun ke atas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikososial Erik Erikson anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dan mengumpulkan informasi dari dokumen kepustakaan, seperti 12 jurnal yang sudah di teliti. Dengan memperhatikan perkembangan psikososial anak, dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang kuat secara emosional dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain. Ini akan berdampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional mereka sepanjang hidup.