Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Kharisma Kiai Dalam Masyarakat Berbasis Informasi: Studi di Desa Adimulya, Kabupaten Cilacap Anisa Zain Azzahra; Lalu Nauval Ahsan Thofhani
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i1.4239

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran kharisma kiai di Desa Adimulya, Cilacap, dari ruang sosial ke digital akibat perkembangan teknologi informasi. Masyarakat yang semakin literat digital menunjukkan peningkatan individualisme dalam mencari pengetahuan agama secara daring, mengurangi ketergantungan pada kiai sebagai rujukan primer. Namun, peran kiai tetap signifikan dalam kebutuhan spiritual, seperti doa dan kepuasan ibadah. Studi lapangan ini menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap tujuh informan muslim (kiai, jamaah, perangkat desa) serta data sekunder yang relevan dari beberapa literature. Analisis berlandaskan Teori Kepemimpinan Kharismatik Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individualisme masyarakat dipengaruhi oleh rasionalitas, keterbukaan informasi, dan kemajuan ekonomi. Perkembangan teknologi mendorong pencarian pengetahuan agama secara mandiri melalui platform digital, mengubah relasi kharisma kiai, terutama di ranah daring. Meskipun demikian, kiai tetap dibutuhkan dalam konteks privat dan publik, khususnya dalam aspek spiritual, melengkapi kemandirian masyarakat dalam pengetahuan agama. Kata Kunci : Kiai, Transformasi, Kharisma
Deconstruction of Patriarchal Authority in Religious Interpretation (Analysis of Minister of Religious Affairs Nasaruddin Umar’s Statement on the Monopoly of Religious Interpretation in Indonesia in 2025): Penelitian Adam Yudha Aryasatya; Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi; Lalu Nauval Ahsan Thofhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2704

Abstract

Penelitian ini menganalisis pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Maret 2025, yang secara terbuka menolak monopoli tafsir oleh ulama laki-laki dan mengakui adanya bias patriarkal dalam struktur bahasa Arab dan praktik tafsir Islam. Dengan pendekatan teori power atau knowledge dari Michel Foucault, penelitian ini menemukan bahwa pernyataan tersebut berfungsi sebagai intervensi wacana penting yang mampu menggeser dominasi epistemik tafsir keagamaan yang patriarkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara berperan aktif dalam membongkar otoritas tunggal tafsir dan memberi legitimasi simbolik bagi keterlibatan perempuan dalam proses produksi pengetahuan keagamaan, meskipun belum ada implementasi kebijakan yang konkret secara menyeluruh, pernyataan ini membuka ruang diskursif bagi perubahan struktural yang lebih inklusif di masa depan, seperti reformasi kurikulum tafsir, partisipasi perempuan dalam forum bahtsul masā’il, serta penguatan tafsir berbasis pengalaman perempuan. Pernyataan Menag dapat dibaca sebagai titik awal menuju reformasi epistemik dalam diskursus Islam Indonesia, yang menandai keterlibatan negara dalam mendorong keadilan gender dalam wacana keislaman kontemporer.