Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jaket Serat Sabut Kelapa: Inovasi Penggunaan Limbah Alami Untuk Produk Tekstil Fungsional Pratiwi, Citra Sukma; Wulan Saftihatini Atikah
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n1.p148-155

Abstract

Coconut husk is a fibrous part of the coconut fruit that is commonly processed into crafts and new materials. It contains 63.38% fiber, primarily composed of cellulose. With technological advancements, coconut husk fibers are increasingly used in industries such as carpets, cushions, mattresses, and pillows. This study aims to utilize coconut husk fibers as a raw material for textiles and garments, specifically as a jacket filler. The insulating properties of coconut husk make it a potential alternative for jacket padding. The fiber has a circular cross-sectional shape with large cavities, allowing for significant air absorption. To improve the quality of the coconut husk fibers, chemical treatments such as scouring and softening were applied. The jacket developed in this study is a puffer jacket, with coconut husk fibers as the filler and viseline fabric used to bind the fibers. The stitch-through construction method was employed to keep the fibers in place. Experimental evaluation showed that the coconut husk jacket performs similarly in temperature insulation compared to jackets filled with goose down and synthetic materials. Additional testing confirmed that the main fabric of the jacket exhibits water-repellent properties, aligning with the standards of a typical puffer jacket.
STRATEGI PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA BERBASIS HIRARC PADA AREA CUTTING DI CV SNT GARMENT Pratiwi, Citra Sukma; Martina, Tina; Deskafani, Cut Rafisya
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.08

Abstract

Bagian cutting di industri garmen memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat tajam, paparan bahan kimia, serta kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menyusun strategi pengendalian kecelakaan kerja di bagian cutting CV SNT Garment menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada tujuh pekerja, serta analisis data berdasarkan standar AS/NZS 4360. Hasil identifikasi menunjukkan 14 potensi bahaya, dengan klasifikasi risiko terdiri dari 72% risiko rendah, 14% risiko sedang, dan 14% risiko tinggi. Setelah dilakukan penerapan strategi pengendalian seperti penggunaan APD, penataan ruang kerja, instruksi kerja, dan checksheet harian, seluruh risiko mengalami penurunan menjadi 100% risiko rendah. Selain menurunkan tingkat risiko secara kuantitatif, penerapan metode HIRARC juga meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini membuktikan bahwa metode HIRARC efektif dalam mengendalikan risiko kecelakaan kerja di industri garmen dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan K3 yang sistematis.