Ni Ketut Riska Dewi Prawita
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REPRESENTASI AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA BHAGAWAN DHARMA SVAMI I Made Sujanayasa; Ni Ketut Riska Dewi Prawita; Ni Ketut Puspita Sari
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7521

Abstract

Cerita Bhagawan Dharmaswami adalah bagian dari cerita Ni Diah Tantri yang didalamnya tersirat cerita-cerita mengenai kehidupan Binatang dan manusia dalam bentuk satua dan pupuh. Cerita Bhagawan Dharmaswami mengandung kiasan-kiasan yang indah dan nilai-nillai etika kehidupan yang bermanfaat serta mengandung ajaran kepemimpinan Hindu yang dapat memberikan pengetahuan kepada pemimpin. Hindu yang beradab dan berkarakter. Setiap makhluk hidup dalam cerita Bhagawan Dharmaswami harus berpedoman pada etika, moral dharma serta menerapkan ajaran Tri Kaya Prisudha yaitu manacika (berpikir yang baik), kayika (berbuat yang baik) dan wacika (berkata yang baik) karena dengan dharma makhluk hidup terutamanya manusia dapat mencapai kebebasan atau moksa. Dalam menuntun perjalanan pendakian moral dan spiritual, umat manusia mencapai puncak perjalanan dharma. Ajaran Hindu yang berisikan para dan apara widya diwujudkan dalam kerangka dasar agama Hindu yaitu, Tattwa, Etika, dan Acara. Tattwa dalam agama Hindu adalah landasan atau filsafat yang merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu dan yang menjadi tuntunan dalam pendakian spiritual dan moral untuk mencapai dharma yang dapat membangun kesucian, kearifan, kebijaksanaan pikiran, atau kecerdasan spiritual.
ANALISIS MAKNA FILOSOFIS KEINDAHAN TARI SANGHYANG DEDARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DI DESA BONA, GIANYAR Ni Ketut Riska Dewi Prawita; I Made Sujanayasa; I Gusti Agung Paramita; I Nyoman Artana; I Gede Garbha Putra
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/2qw6ah98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna filosofis keindahan Tari Sanghyang Dedari sebagai media komunikasi spiritual dalam masyarakat Bali, khususnya di Desa Bona, Gianyar. Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu bentuk tari wali yang sakral, di mana penari dipercaya sebagai medium roh suci dalam prosesi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan dalam Tari Sanghyang Dedari tidak hanya dimaknai secara estetika, melainkan juga merepresentasikan nilai filosofis dan religius yang berakar pada ajaran Hindu, terutama konsep Tri Hita Karana. Setiap unsur tarian, mulai dari gerak, busana, kidung, hingga prosesi ritual, memiliki makna simbolis yang menegaskan fungsi tarian ini sebagai media komunikasi spiritual antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam, dan komunitas sosial. Dengan demikian, Tari Sanghyang Dedari bukan hanya seni pertunjukan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai religius, berfungsi sebagai penolak bala, menjaga keseimbangan kosmos, dan memperkuat identitas spiritual masyarakat Bali.
THE REPRESENTATION OF PUJASMARA IN ABUANG DANCE IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE, MANGGIS DISTRICT, KARANGASEM REGENCY Ni Ketut Riska Dewi Prawita; I Nyoman Suarka; I Nyoman Linggih
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v7i1.2318

Abstract

Abuang dance is one of the dances that accompany religious ceremony at Usaba Kasa and Usaba Sambah in Tenganan Pegringsingan. The art of dance provides an image of worshiping the greatness of God through beauty, therefore Sang Hyang Smara is believed to be God of worship as God of Beauty. This research is a qualitative research with an ethnographic research approach. The results of the research show that Abuang Dance contains many symbols of Pujasmara that can be internalized to the Tenganan Pegringsingan community, Pujasmara's representation in Abuang Dance is shown by dancers, fashion, property, movement, and selonding gamelan. The belief of the Tenganan Pegringsingan community is a belief in local wisdom based on the desa, kala, patra which cannot be changed, but remains in the teachings of the Hindu religious scriptures that God is One ‘Esa’.
PANCA SATYA OF HANUMAN CHARACTER IN THE RAMAYANA Ni Ketut Riska Dewi Prawita; I Wayan Dikse Pancane; I Gede Suwantana; I Gede Wangga Putrayasa
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v8i2.3601

Abstract

Various sources of yoga literature that are still relevant today are used by yoga practitioners and academics in developing this realm of logical and practical thinking, such as: Vedanta, Bhagavad Gita, Siva Samhita, Yoga Vasista, Goraksasatakam, Gheranda Samhita, Hatha Yoga Pradipika, Sutra Patanjali, Upanishads, Ramayana, Mahabrata and various Balinese local wisdom belonging to the Sivaistik lontars. These sources of yoga literature make yoga not only traceable through its practical aspects but also allow for a search of the philosophical aspects of yoga implied in these literary sources so that yoga academics and practitioners can increase their knowledge and understanding of the scope of yoga teachings. This study aims to analyze the depth of the philosophy and practice of yoga contained in the Siva Samhita. The theories used are the theory of philosophy and semiotic theory. This study uses the method of collecting documents and literature. The data analysis technique was carried out qualitatively by describing it descriptively. The results of this study indicate that: (1) the study of yoga metaphysics contained in the Siva Samhita script is a study of God, maya, the soul, the microcosm of the body, and the nature of karma; (2) the study of the epistemology of yoga in the Siva Samhita script covers the nature of knowledge, the importance of the role teacher and the nature of liberation.