Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Nayla Nada Asyva; Jum’atul Hasanah; Gusmaneli Gusmaneli
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i3.1107

Abstract

This article discusses the Direct Instruction strategy, a teacher-centered learning approach that emphasizes systematic and structured delivery of material. The purpose of this study is to address the following research questions: (1) What is meant by direct instruction strategy? (2) What are the characteristics of the direct instruction strategy? (3) What are its strengths and weaknesses? and (4) How is the direct instruction strategy applied in Islamic Religious Education (PAI) subjects? This article uses a library research method by examining various relevant theoretical sources. The findings indicate that direct instruction is an effective approach for delivering factual and procedural knowledge, particularly when learning objectives focus on mastering basic skills and understanding concepts in stages. This strategy is characterized by clear teacher guidance, structured learning steps, and continuous assessment. Its advantages include time efficiency and ease of classroom control, while its drawbacks involve limited student participation and less development of critical thinking skills. In the context of PAI learning, this strategy can be effectively applied to memorization materials, basic conceptual understanding, and character formation through concrete examples and teacher modeling.
Pendidikan Islam di Indonesia dan Prancis: Perbandingan kebijakan dan Perkembangan Pendidikan Islam Miftahul Hasanah; Nabila Noor Adha; Jum’atul Hasanah; Aprizal Ahmad
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam di setiap negara berkembang dalam konteks sosial, politik, budaya, dan sejarah yang berbeda, sehingga menghasilkan karakter dan pola yang tidak selalu sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia dan Prancis, serta menganalisis perbedaan kebijakan, kurikulum, dan dinamika kelembagaan yang memengaruhi arah perkembangan pendidikan Islam di kedua negara tersebut. Dukungan regulasi, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Pesantren, memperkuat posisi pendidikan Islam sebagai bagian dari identitas bangsa dan instrumen pembentukan karakter generasi muda. Sebaliknya, Prancis memiliki sejarah yang sangat berbeda karena menganut prinsip laïcité atau sekularisme ketat yang membatasi munculnya praktik keagamaan dalam ruang publik, terutama institusi pendidikan negeri. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Pemisahan Gereja dan Negara tahun 1905, pendidikan agama tidak dimasukkan dalam kurikulum sekolah negeri dan simbol keagamaan dilarang, termasuk jilbab bagi siswa Muslim. Akibatnya, pendidikan Islam berkembang melalui lembaga swasta Muslim, masjid, serta pusat pembelajaran non-formal. Beberapa sekolah swasta seperti Ibn Rushd, Al-Kindi, Education et Savior, dan Reussite menjadi bukti upaya komunitas Muslim dalam mempertahankan pendidikan agama di tengah regulasi yang ketat. Namun, sekolah-sekolah ini tetap harus mengikuti kurikulum nasional Prancis yang bersifat sekuler dan menghadapi tantangan administratif serta stigma sosial terkait keberadaan pendidikan berbasis agama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber seperti makalah, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan utama antara Indonesia dan Prancis terletak pada bagaimana negara memosisikan agama dalam sistem pendidikan. Indonesia memberikan legitimasi dan dukungan struktural terhadap pendidikan Islam sehingga memungkinkan terciptanya lembaga yang kuat, inklusif, dan berkembang secara berkelanjutan. Di sisi lain, Prancis memperlakukan pendidikan Islam sebagai bagian dari ekspresi kebebasan individu yang tidak boleh mencampuri sistem pendidikan publik yang sepenuhnya sekuler. Perbandingan ini menunjukkan bahwa faktor historis, budaya, dan politik sangat memengaruhi model pendidikan Islam di suatu negara. Penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran komparatif mengenai perkembangan pendidikan Islam di dua negara dengan karakteristik sosial yang berbeda, tetapi juga menyoroti bagaimana kebijakan negara berperan dalam memperkuat atau membatasi ruang gerak pendidikan Islam. Temuan ini penting sebagai landasan bagi pengembangan studi perbandingan pendidikan Islam serta bagi para pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan responsif terhadap realitas masyarakat multikultural.