Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Troponin I and Major Adverse Cardiovascular Events in Acute Coronary Syndrome : Are They Related? Jessi Vania Tambarta; Aryfa Andra , Cut; Rohmawati, Lili; Atiyatul Amra, Aryani
Journal of Endocrinology, Tropical Medicine, and Infectious Disease (JETROMI) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Endocrinology, Tropical Medicine, and Infectious Disease (JETROMI)
Publisher : TALENTA Publisher, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jetromi.v7i2.19156

Abstract

Background : Coronary Artery Disease (CAD) is one of the leading cause of death globally. The most threatening manifestation of CAD is Acute Coronary Syndrome (ACS), that classified as Unstable Angina Pectoris (UAP), Non ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) and ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI). ACS patients tend to have complication, that usually defined as Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) which  consists of heart failure, arrhythmia, stroke, and in-hospital mortality. Some factors have been researched to predict MACE in ACS, such as troponin level, which has been one of the modality to diagnose ACS. This study aims to determine the association between cTnI level and MACE in ACS patients at Adam Malik General Hospital. Method : This study used an observational analytic method with cross sectional design and retrospective approach. The data used is a secondary data that meets the inclusion and exclusion criteria. Result : Among 190 patients, 170 patients (89,5%) were >45 years old and 114 patients (75,8%) were male. The most common type of ACS was NSTEMI, with 73 patients (38,4%). cTnI level was increased in 131 patients (68,9%). There were 115 patients (60,5%) who experienced MACE and were dominated by heart failure, with 78 patients (41,1%). There was an association found between troponin level and MACE  (p=0,000). Conclusion : There was an association  between troponin level and MACE in ACS patients.
Perubahan Tekanan Intraokular Sebelum dan Sesudah Operasi Katarak Dengan Teknik Fakoemulsifikasi Pada Pasien Katarak Senilis di Rumah Sakit Mata Medan Baru Baihaqi, Muhammad; Atiyatul Amra, Aryani; Rusda, Muhammad; Eyanoer, Putri Chairani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7172

Abstract

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama di dunia, estimasi WHO pada tahun 2019, 65,2 juta orang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Teknik pembedahan katarak yang sering digunakan saat ini adalah fakoemulsifikasi. Tekanan intraokular merupakan salah satu parameter pemantauan dalam keberhasilan operasi katarak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru. Metode penelitian berupa pasien katarak senilis berusia > 40 tahun yang dilakukan tindakan fakoemulsifikasi dari bulan Agustus sampai Oktober 2024 diinklusikan dalam penelitian case-series ini. Sebanyak 440 orang sampel diambil dengan teknik konsekutif sampling. Tekanan intraokular diukur dengan besaran nilai mm Hg. Dilakukan pengukuran tekanan intraokular 1 jam sebelum operasi, hari ke-1, hari ke-7 dan hari ke-14 pasca operasi. Hasil menunjukan analisis dengan uji T-test berpasangan didapatkan perubahan yang signifikan antara nilai tekanan intraokular sebelum operasi dengan hari ke-1 pasca operasi (p=0.00), hari ke-7 pasca operasi (p=0.00) dan hari ke-14 pasca operasi (p=0.00). Terdapat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru.