Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama di dunia, estimasi WHO pada tahun 2019, 65,2 juta orang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Teknik pembedahan katarak yang sering digunakan saat ini adalah fakoemulsifikasi. Tekanan intraokular merupakan salah satu parameter pemantauan dalam keberhasilan operasi katarak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru. Metode penelitian berupa pasien katarak senilis berusia > 40 tahun yang dilakukan tindakan fakoemulsifikasi dari bulan Agustus sampai Oktober 2024 diinklusikan dalam penelitian case-series ini. Sebanyak 440 orang sampel diambil dengan teknik konsekutif sampling. Tekanan intraokular diukur dengan besaran nilai mm Hg. Dilakukan pengukuran tekanan intraokular 1 jam sebelum operasi, hari ke-1, hari ke-7 dan hari ke-14 pasca operasi. Hasil menunjukan analisis dengan uji T-test berpasangan didapatkan perubahan yang signifikan antara nilai tekanan intraokular sebelum operasi dengan hari ke-1 pasca operasi (p=0.00), hari ke-7 pasca operasi (p=0.00) dan hari ke-14 pasca operasi (p=0.00). Terdapat perubahan tekanan intraokular sebelum dan sesudah operasi katarak pasca fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Mata Medan Baru.
Copyrights © 2025