The rapid development of digital technology has increased the use of music streaming applications, including Spotify, which has become one of the most popular platforms in Indonesia. However, a large number of users does not necessarily reflect the quality of an application's usability, which is essential for ensuring ease of use, efficiency, and user satisfaction. Research on Spotify’s usability, particularly regarding learnability, efficiency, and user satisfaction, remains limited, thus requiring further analysis. This study employs a descriptive quantitative approach by distributing questionnaires to 57 active Spotify users using a purposive sampling technique. The instrument was developed based on Human-Computer Interaction (HCI) concepts and measured using a 1–5 Likert scale. Data were analyzed by calculating mean scores to determine the usability category levels. The results show that the learnability aspect obtained the highest mean score of 3.98 (good category), indicating that users can easily understand the features and adapt to the application. The efficiency aspect scored 3.72 (good category), although some users did not fully experience time efficiency in certain activities. The user satisfaction aspect scored 3.58 (good category), with several neutral responses suggesting that the user experience is not yet fully optimal. Overall, Spotify demonstrates good usability, especially in terms of learnability. However, improvements in efficiency and user satisfaction are still needed to strengthen user experience and loyalty. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan aplikasi music streaming, termasuk Spotify yang menjadi salah satu platform paling populer di Indonesia. Namun banyaknya pengguna tidak selalu mencerminkan kualitas usability, sementara aspek ini penting untuk memastikan kemudahan penggunaan, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Penelitian mengenai usability Spotify, khususnya pada aspek learnability, efficiency, dan user satisfaction, masih terbatas sehingga diperlukan analisis lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 57 pengguna aktif Spotify melalui teknik purposive sampling. Instrumen disusun berdasarkan konsep Human-Computer Interaction (HCI) dan diukur menggunakan skala Likert 1–5. Data dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata untuk menentukan kategori tingkat usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek learnability memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,98 (kategori baik), yang berarti pengguna mudah memahami fitur dan beradaptasi dengan aplikasi. Aspek efficiency memperoleh nilai 3,72 (kategori baik), meskipun sebagian pengguna belum sepenuhnya merasakan efisiensi waktu dalam penggunaan fitur tertentu. Aspek user satisfaction berada pada nilai 3,58 (kategori baik), dengan cukup banyak jawaban netral yang mengindikasikan pengalaman pengguna belum optimal. Secara keseluruhan, Spotify memiliki usability yang baik, terutama pada aspek learnability. Namun, peningkatan pada aspek efficiency dan user satisfaction tetap diperlukan untuk memperkuat pengalaman dan loyalitas pengguna.