Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN LINGUISTIK DAN KONTEKSTUAL DALAM MEMAHAMI HADIS “PANJANG TANGAN” DARI ASPEK MATAN MAJAZI Wilianca, Dea Ananda; Pratiwi, Rindy; bin Madaim, Mohd Firdaus; Hasibuan , Ahmad Royhan
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi Muhammad SAW bukan sekadar teks yang dibaca secara literal, melainkan mengandung makna mendalam yang perlu dipahami dengan kepekaan bahasa, terutama saat terdapat ungkapan majazi atau kiasan. Tulisan ini berfokus pada kajian makna hadis yang menyebut frasa “panjang tangan,” yang jika dipahami secara harfiah dapat menimbulkan kesalahpahaman. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan mengkaji isi matan hadis melalui kajian literatur klasik bahasa Arab dan syarah hadis sebagai sumber utama. Analisis ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap majaz dalam matan hadis bukanlah sekadar pilihan, melainkan hal yang sangat krusial agar pesan Nabi dapat tersampaikan dengan tepat sesuai maksud dan tujuan sebenarnya. Pemahaman yang keliru terhadap ungkapan kiasan tersebut berpotensi menimbulkan interpretasi yang menyimpang, bahkan dapat berimplikasi pada kesalahan dalam penerapan hukum dan nilai-nilai Islam. Studi ini mengajak pembaca untuk lebih cermat dan teliti dalam menelaah bahasa agama yang sering kali menggunakan gaya bahasa figuratif sebagai alat komunikasi efektif dalam konteks sosial dan budaya pada masa Nabi SAW. Dengan demikian, pendekatan kebahasaan yang menyoroti aspek majazi menjadi salah satu metode penting dalam studi hadis, terutama untuk menghindari tafsir literal yang sempit dan memahami pesan agama secara utuh dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metodologi pemahaman hadis yang lebih kritis dan komprehensif dalam kajian keislaman kontemporer.
TELAAH ISU CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF MA'NA CUM MAGHZA: STUDI HERMENEUTIKA KONTEMPORER Wilianca, Dea Ananda; Fawwaz, Muhammad; Arif, Muhammad Hafizi Zul; Masyhur, Laila Sari
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.212

Abstract

The phenomenon of "childfree" is increasingly popular in modern society, especially among young couples, and has become a relevant topic for study. The decision to remain childless is often influenced by factors such as economic pressures, career instability, and the desire for personal growth or educational pursuits. This study examines the childfree issue through a contemporary hermeneutical approach, specifically employing the Ma’na Cum Maghza method developed by Sahiron Syamsuddin. This method balances the literal meaning of texts with the main message derived from them, applying these insights to modern social contexts. In Indonesia, the childfree phenomenon is often linked to early marriage practices, which significantly impact the physical and mental well-being of individuals. Despite being regulated by law, early marriage reveals a shift in societal views on family roles and reproduction. Through the Ma’na Cum Maghza approach, this research underscores the importance of interpreting religious texts not only for their literal meanings but also by contextualizing their messages in response to contemporary challenges. This approach provides fresh insights into understanding modern issues like childfree, highlighting the relevance of contemporary exegesis in addressing current socio-religious challenges.