Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penurunan Angka Partisipasi Sekolah di Daerah Terpencil di Merauke Kebubun, Rosina Jostina Marise
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wr847a80

Abstract

This study aims to analyze the factors causing the decline in school participation rates (APS) in remote areas, focusing on Okaba District, Merauke Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving various education actors, including teachers, parents, community leaders, and local officials. The results of the study indicate that geographical factors such as poor road access, limited transportation facilities, and minimal education infrastructure are the main obstacles. In addition, community perceptions of formal education, family socio-economic conditions, and low community participation in the education process also worsen the situation. These findings emphasize the need for a contextual, participatory, and cross-sectoral policy approach to increase school participation in a sustainable manner. This study makes an important contribution to the design of education policies in border areas and disadvantaged areas in Indonesia.
Partisipasi Masyarakat dalam Tata Kelola Ketahanan Pangan Daerah Perbatasan: Model Collaborative Governance di Kabupaten Merauke Kebubun, Rosina Jostina Marise
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wgnsq286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran partisipasi masyarakat dalam tata kelola ketahanan pangan serta merumuskan model collaborative governance yang efektif dan kontekstual di Kabupaten Merauke sebagai wilayah perbatasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika interaksi antar-aktor dalam proses perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan ketahanan pangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berlangsung, namun masih berada pada level konsultatif dan dominan pada tahap implementasi program. Keterlibatan dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan belum optimal. Dalam perspektif collaborative governance, forum kolaboratif telah terbentuk tetapi belum terinstitusionalisasi secara kuat dan inklusif. Ketimpangan kapasitas, keterbatasan akses informasi, serta belum optimalnya kepemimpinan fasilitatif menjadi faktor penghambat efektivitas kolaborasi. Penelitian ini mengusulkan model tata kelola partisipatif berbasis penguatan kapasitas lokal, pelembagaan forum multi-aktor, kepemimpinan inklusif, dan mekanisme monitoring partisipatif guna memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan di wilayah perbatasan
Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Adat dalam Perumusan Kebijakan Publik Lokal di Wilayah Perbatasan Merauke melalui Forum Konsultasi Publik dan Pelatihan Literasi Kebijakan Wika, Martinus; Nathan, Ivone Agustina; Kebubun, Rosina Jostina Marise; Fonataba, Josafat
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7s475t57

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adat Kampung Yanggandur, Merauke, dalam perumusan kebijakan publik lokal melalui forum konsultasi publik dan pelatihan literasi kebijakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, menempatkan warga sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal meliputi pemetaan sosial dan wawancara dengan aparat kampung, tokoh adt, dan perwakilan warga untuk memahami kondisi eksisting partisipasi masyarakat serta kendala dalam menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan edukasi literasi kebijakan publik melalui penyuluhan interaktif yang membahas mekanisme perumusan kebijakan, hak partisipasi masyarakat, dan alur administrasi kampung. Tahap pelatihan dan simulasi forum konsultasi publik membekali warga dengan keterampilan komunikasi administratif, penyusunan aspirasi tertulis, dan praktik musyawarah partisipatif berbasis kasus lokal. Pendampingan forum dialog antara masyarakat dan aparat kampung memastikan keberlanjutan praktik partisipatif serta pembentukan forum yang sistematis dan terdokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, keterampilan literasi kebijakan, serta terbentuknya forum konsultasi publik yang inklusif dan akuntabel. Model partisipasi yang dihasilkan berpotensi memperkuat tata kelola pemerintahan kampung secara transparan, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi replikasi bagi wilayah perbatasan lain.