Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tata Kelola Perbatasan yang Berkelanjutan: Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan dan Keamanan di Merauke Kabuam, Willem
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wgcp4m13

Abstract

This study aims to analyze the sustainable border governance model by emphasizing cross-sector synergy, as well as identifying supporting factors, obstacles, and formulating recommendations for improving governance in the Merauke border area. Using a qualitative approach with a case study design, the study was conducted in Sota District, Merauke Regency, which is a national strategic area directly bordering Papua New Guinea. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), field observations, and document studies involving various stakeholders, such as central and regional governments, security forces, traditional leaders, business actors, and NGOs. The results of the study indicate that cross-sector synergy in border governance is still sectoral and has not been institutionalized systematically. The main obstacles include regulatory fragmentation, overlapping authority, and low local capacity. However, there is potential for synergy through collaborative practices involving indigenous peoples and formal institutions. This study recommends strengthening cross-sector coordination forums, policy harmonization, and developing a co-production-based governance model. These findings provide a conceptual contribution to the border governance literature and offer an operational model for the formulation of sustainable development policies in Indonesia's strategic border areas
Tata Kelola Ketahanan Pangan Daerah Perbatasan: Sinergi Pemerintah dan Komunitas Lokal di Merauke Kabuam, Willem
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jvte6317

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama di daerah perbatasan seperti Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola ketahanan pangan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta observasi lapangan dan studi dokumentasi kebijakan terkait. Analisis dilakukan menggunakan model analisis interaktif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan tata kelola ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh kolaborasi yang partisipatif dan berbasis kearifan lokal. Peran pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, pelatihan, dan koordinasi antar-OPD penting, meskipun masih menghadapi kendala infrastruktur dan integrasi data. Kontribusi komunitas lokal, termasuk praktik tradisional, sistem gotong royong, dan pengelolaan pangan adat, menjadi faktor kunci dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan. Penelitian ini menyarankan penguatan forum koordinasi lintas sektor, integrasi kebijakan formal dengan praktik lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sistem informasi pangan terpadu sebagai strategi efektif untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah perbatasan
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pelayanan Publik Berkelanjutan dan Kualitas Pelayanan Administrasi Desa di Merauke untuk Mendukung SDGs Konorop, Simon Yanuarius; Kabuam, Willem; Tuakra, Yulianus
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vwtn5r19

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat Desa Tanah Miring, Merauke dalam mengakses, mengelola, dan mengawasi pelayanan administrasi desa secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan terkait layanan publik, sehingga tercipta sistem administrasi desa yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pendekatan pengabdian menggunakan metode partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat, dengan tahapan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan langsung, dan evaluasi berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner singkat untuk menilai pemahaman, keterampilan, dan kepuasan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai prosedur administrasi desa, hak dan kewajiban warga, serta partisipasi aktif dalam pengawasan dan evaluasi layanan publik. Kapasitas aparat desa juga meningkat melalui pendampingan, sehingga kolaborasi antara aparat dan masyarakat lebih responsif dan akuntabel. Prosedur administrasi desa menjadi lebih terstruktur, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dan pendampingan aparat secara simultan mampu menciptakan pelayanan administrasi desa yang berkelanjutan dan mendukung pembangunan lokal inklusif serta pencapaian SDGs di tingkat desa.