Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Gaya Kepemimpinan Otokratik dengan Workplace Well-Being pada Karyawan PT X Kota Pekanbaru Adhha, Abdullah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.3038

Abstract

Karyawan merupakan faktor penting bagi kelangsungan perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Peningkatan kualitas diri karyawan dapat dilihat dari hasil kerja. Hal ini karena karyawan menghabiskan setengah harinya dengan bekerja. Oleh karena itu, karyawan membutuhkan workplace well-being. Workplace well-being adalah perasaan sejahtera yang dirasakan oleh karyawan. Adapun faktor yang mempengaruhi workplace well-being adalah gaya kepemimpinan otokratis yaitu pemimpin yang hanya bersikap individualis, dan jarang untuk berkomunikasi langsung dengan  karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini 127 karyawan yakni 75 laki-laki dan 52 perempuan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data penelitian ini menggunakan dua skala, skala gaya kepemimpinan otokratis dan skala workplace well-being dengan model skala likert. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara gaya kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru dengan Sig. sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar (r) = -0,547 artinya, tinggi atau rendanya gaya kepemimpinan otokratis memiliki korelasi dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru. Jika ingin workplace well-being menjadi tinggi maka pemimpin sebaiknya tidak menggunakan gaya kepemimpinan otokratis, dengan demikian hipotesis penelitian diterima.
Hubungan Antara Literasi Kesehatan Mental dengan Help Seeking Behavior pada Mahasiswa Amanda C, Nur Aurellya; Putra, Ardian Adi; Hartati, Rini; Adhha, Abdullah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dengan help seeking behavior pada mahasiswa. Penelitian ini dilakukan kepada 220 mahasiswa S1 yang menempuh Pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 51 laki-laki dan 169 perempuan. Teknik pengambilan sampel dengan quota sampling. Pengumpulan data menggunakan skala literasi kesehatan mental dan skala help seeking behavior, dengan teknik Analisa data menggunakan pearson product moment. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, didapatkan koefisien korelasi (r) berbentuk positif sebesar 0,985 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan literasi Kesehatan mental dengan help seeking behavior pada mahasiswa. Semakin tinggi literasi Kesehatan mental maka akan semakin tinggi pula help seeking behavior, sebaliknya semakin rendah literasi Kesehatan mental maka akan semakin rendah pula help seeking behavior.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Resiliensi Siswa Korban Bullying Adhha, Abdullah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8578

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi siswa korban bullying di Kelas X MA Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 87 siswa di kelas X yang teridentifikasi korban bullying. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala Dukungan Sosial Teman Sebaya dari House (dalam Smet, 1994), skala Resiliensi dari Reivich dan Shatte (2002), dan skala korban bullying dari Mynard, H & Joseph, S (2000). Hasil analisis korelasi product moment dari Pearson diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,007 (p<0,01), artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi siswa korban bullying. Semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima oleh siswa korban bullying maka semakin kuat pula resiliensi yang dirasakan siswa korban bullying, begitu juga sebaliknya semakin rendah dukungan sosial teman sebaya yang diterima oleh siswa korban bullying maka resiliensi yang dirasakan siswa korban bullying semakin rendah. Dukungan sosial teman sebaya berperan sebesar 7% dalam mempengaruhi resiliensi siswa korban bullying.
Strategi Komunikasi Dakwah di Era Digital Satria, Budi; Prabudiaseh, Dwi; Putra, Rizal Effendi; Adhha, Abdullah
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JPI 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v1i2.18

Abstract

Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan hidangan. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan atau ajakan. Dakwah tidak bisa dilepaskan dari komunikasi, dalam proses dakwah terkandung komunikasi, secara hakikat komunikasi memainkan peran penting dalam aktivitas dakwah khususnya di era digital, berhasil atau tidaknya proses dakwah yang dibawakan para da’i salah satunya ditentukan oleh faktor komunikasi, kemampuan komunikasi yang baik menjadi modal bagi para da’i untuk menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan efisien. Komunikasi memiliki tiga peran penting dalam dunia dakwah di era digital. Pertama, membantu da’i dalam memahami karakter masyarakat di era digital. Kedua, memastikan sampainya pesan dakwah kepada masyarakat secara efektif. Ketiga, berperan dalam penyampaian pesan dakwah untuk semua segmen masyarakat di era digital. Mengingat media online dakwah adalah sebagai media penyebar komunikasi. Untuk itu melalui media ini ditekankan komunikasi yang disampaikan lebih informative. Kehadiran media online dakwah di sekitar kita ikut membantu penyebaran dakwah yang dilakukan secara lisan maupun tulisan.