Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Media Pers Dalam Pembentukan Opini Publik Dimasa Demokrasi Liberal Dan Terpimpin Izza, Dewi Naila Farichatul
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 3 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i3.137

Abstract

Penelitian ini mengulas peran krusial media pers dalam membentuk dan merefleksikan opini publik pada masa liberal dan terpimpin. Pada masa liberal, media pers diakui sebagai penjaga demokrasi, memfasilitasi kebebasan berekspresi dan menyediakan platform untuk berbagai sudut pandang. Sebaliknya, pada masa terpimpin, media cenderung menjadi alat kontrol narasi dan penyampaian pesan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Metode penelitian ini mencakup analisis konten media, survei, dan wawancara dengan [spesifikasikan populasi]. Hasil penelitian mengungkap perbedaan signifikan dalam peran media pers antara kedua masa tersebut, mempertegas dampaknya terhadap dinamika opini publik. Penemuan ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana media pers dapat menjadi refleksi konteks politiknya dengan implikasi yang signifikan bagi pemahaman teoritis dan praktis mengenai hubungan antara media dan opini publik.
Nostalgia in the Digital Age: Tanjleb Screen (2007- 2024) and its impact on Purbalingga Community Izza, Dewi Naila Farichatul; Bashori, Muzakki
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.13084

Abstract

Layar Tanjleb, the flagship program of the Purbalingga Film Festival (FFP) since 2007, offers an alternative form of entertainment resembling traditional open-air cinema. Initiated by Bowo Leksono, a former Jakarta journalist and founder of the Cinema Lovers Community (CLC), the program aims to promote film culture in Purbalingga. Its first film, “Orang Buta dan Penuntunnya” (2004), sparked mobile film screenings for high school students starting in 2005. Layar Tanjleb organizes free open-air screenings, showcasing fiction and documentary films by young directors, including works in the local Javanese Ngapak dialect. This study explores the evolution of Layar Tanjleb as a digital-era form of entertainment and its impacts on the creative economy as well as socio-cultural aspects. Using historical methods (heuristics, source criticism, interpretation, historiography) combined with interviews, observations, and literature review, the research demonstrates how Tanjleb strengthens local identity. The findings reveal that, to date, Tanjleb has screened 858 films and reached more than 135,000 viewers. The program has proven effective in reinforcing community bonds, promoting cultural pride, and stimulating growth. Layar Tanjleb is not merely entertainment, but also a medium of cultural education, local identity promotion, and a driving force of the creative economy ecosystem in Purbalingga.