Penelitian ini membahas manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis gotong royong pasca banjir bandang di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Banjir bandang menyebabkan kerusakan lingkungan lembaga pendidikan Islam, seperti penumpukan lumpur dan sampah, yang mengganggu aktivitas pembelajaran dan kesehatan warga belajar. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model konseptual manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis gotong royong sebagai strategi pemulihan pasca bencana. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah literatur ilmiah terkait manajemen pendidikan Islam, modal sosial gotong royong, dan pemulihan lingkungan pasca bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa gotong royong merupakan aset sosial utama yang dapat memperkuat pemulihan apabila dikelola melalui tahapan manajemen yang sistematis, meliputi perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Lembaga pendidikan Islam juga memiliki potensi strategis sebagai pusat edukasi lingkungan dan pembentukan karakter peduli kebersihan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai gotong royong dan manajemen pendidikan Islam dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan komunitas di wilayah rawan bencana. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model konseptual manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis komunitas yang relevan untuk pengembangan kajian pendidikan Islam dan kebencanaan.