Alifah, Muthia Deswita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Jenis Stresor dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahap Transisi Alifah, Muthia Deswita; Lestari, Sri Maria Puji; Lutifanawati, Dewi; Farich, Achmad
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.5751

Abstract

Masa transisi dari tahap pre-klinik ke tahap klinik dapat menimbulkan tekanan pada mahasiswa program studi profesi dokter yang diharapkan memiliki pemahaman mengenai ilmu biomedis dan juga klinis, sekaligus berinteraksi secara langsung dengan pasien. Jenis stresor dapat berupa stresor tekanan akademik, stresor terkait hubungan belajar mengajar, stresor hubungan sosial, stresor terkait kelompok, stresor keinginan dan pengendalian, dan stresor terkait hubungan intrapersonal dan interpersonal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara jenis stresor dengan tingkat stres pada Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahap Transisi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Malahayati Tahap Transisi yang baru menjalani tahap profesi selama 6-12 bulan. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling menggunakan kuesioner MSSQ (Medical Student Stressor Questionnaire) dan PSS (Perceived Stress Scale). Hasil: Didapatkan responden sebanyak 105 mahasiswa dengan tingkat stres terbanyak dalam kategori stres ringan yang berjumlah 65 orang (61.9%). Jenis stresor yang terbanyak menyebabkan stres sedang yaitu ARS 56.2%, SRS 61.0% dan DRS 61.0%, sedangkan yang terbanyak menyebabkan stres ringan 71,4%, TLRS 41,9%, dan GARS 48,6%. Hasil uji bivariat antara jenis stresor (ARS, IRS, SRS, DRS, TLRS, GARS) dengan tingkat stres seluruhnya didapatkan p value 0.000.
Edukasi Asma Berbasis Penyuluhan dan Demonstrasi Inhaler Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa SDN 05 Gedong Tataan Amrullah, Muhammad Nursuli; TA, Rangga Wais; Alifah, Muthia Deswita; Oktavia, Nicky Fani; Firjatullah, Sigit; Akbar, Rizky; Buldani, Aang; Khansa, Widya; Indrayaka, Rama Ari; Mareta, Niken; Sulanto, Aspri
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.25191

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan sekitar 300 juta orang di seluruh dunia terjangkit asma. Data menyebutkan sekitar 250.000 dari data jangkitan asma telah mengalami kematian. Mayoritas kematian karena asma ini terjadi pada negara dengan ekonomi rendah-sedang. Kasus asma terus mengalami peningkatan terutama di negara-negara berkembang yang mana dapat terjadi akibat perubahan gaya hidup dan peningkatan polusi udara. Data dari Kementerian Kesehatan RI, (2018) menyampaikan prevalensi asma di Indonesia sebanyak 4,5% dari populasi yaitu sekitar 11.179.032. Penyakit asma yang diderita ini dapat berpengaruh pada disabilitas dan kematian dini, terlebih terjadi pada anak usia 10-14 tahun dan orang tua usia 75-79 tahun. Sedangkan pada selain usia tersebut terjadi lebih banyak yang menunjukkan efek disabilitas. Melihat data yang ada asma termasuk dalam 14 besar penyakit yang menyebabkan disabilitas di seluruh dunia. Asma juga berpengaruh terhadap proses pendidikan di Indonesia dimana anak yang menderita asma susah untuk fokus belajar dikarenakan sesak, batuk, dan juga bersin. Tetapi sampai saat ini pemerintah selalu mengembangkan obat asma yang bisa dibawa kemanapun, sehingga penyakit ini tidak lagi akan menghambat pendidikan anak sekolah dasar, pengetahuan yang baik mengenai asma akan memudahkan bagaimana cara mengatasinya dan teman yang menderita tidak akan di kucilkan, Tujuan dari kegiatan edukasi ini adalah untuk mencetak Pilot Project yang berasal dari anak sekolah dasar untuk tahu cara mencegah asma dan mengobatinya.