Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan Hukum Pembiayaan Atas Kasus Pembayaran Biaya Pengobatan dan Dugaan Malpraktek Putusan MA No. 872 K/Pdt/2017: Legal view of financing on cases of payment of medical expenses and alleged malpractice Supreme Court Decision No. 872 K/Pdt/2017 Harsono Yaputra; Rospita Adelina Siregar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7299

Abstract

Kewajiban pembayaran biaya pengobatan yang belum dilunasi, serta adanya dugaan malpraktik medis yang melibatkan kesalahan diagnosis oleh tenaga medis, menggambarkan terjadinya dua isu utama, yang dijadikan rumusan masalah penelitian.Kronologi kasus yang terjadi di rumah sakit di Mataram, melibatkan AS dituntut atas pembayaran biaya pengobatannya yang tertunggak dan mengklaim adanya kesalahan diagnosis yang menyebabkan pemberian obat anti-TB yang tidak diperlukan atas dirinya.Dilakukan penelitian yuridis normatif dengan melakukan kajian hukum atas penerapan undang-undang melalui analisis Putusan MA No. 872 K/Pdt/2017, dapat menjawab permasalahan hukum secara komprehensif. Sebagai simpulan bahwa berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, perjanjian yang sah tetap mengikat para pihak, hal ini tidak membatalkan kewajiban pembayaran biaya pengobatan. Dengan demikian, gugatan penggugat mengenai pembayaran biaya pengobatan dapat diterima, dan keluarga pasien diwajibkan untuk melunasi sisa biaya tersebut. Kemudian tuduhan malpraktek atas dugaan ini terjawab berdasarkan pasal 52 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, bahwa kewajiban rumah sakit untuk memberikan salinan rekam medis, yang memuat seluruh informasi terkait riwayat pengobatan pasien, jadi rumah sakit di Mataram sudah melakukan prosedur yang benar dan tidak terbukti adanya malpraktek atas pasien AS.
Perkembangan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak dalam Era AI, Blockchain, dan Komputasi Kuantum Adi Suwanto; Koesmoeryantati; Dwi Dyah Mumpuni; Adelina Mariani S; Nurina Putri Paramita; Liny Tanto; Harsono Yaputra; Benny W. Panjaitan; Rokky, Rokky; Dameria Sinaga
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12776

Abstract

Perkembangan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak telah menciptakan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia, dengan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain menjadi dua bidang yang sangat menonjol. Perangkat keras, dari prosesor mikro hingga komputasi kuantum, telah mengalami inovasi yang memungkinkan pemrosesan data yang lebih cepat dan efisien, mendukung perkembangan AI dan Blockchain. Di sisi lain, perangkat lunak telah berkembang pesat dengan munculnya framework canggih seperti TensorFlow dan PyTorch, yang mempercepat aplikasi AI dalam berbagai bidang. Teknologi Blockchain juga semakin berkembang dengan aplikasi desentralisasi yang menawarkan solusi untuk transaksi yang lebih aman dan transparan. Namun, seiring dengan kemajuan ini, muncul sejumlah tantangan. Keamanan, baik dalam perangkat keras maupun perangkat lunak, menjadi perhatian utama, terutama dengan ancaman dari serangan siber dan potensi kerentanannya terhadap komputasi kuantum. Masalah standar dan interoperabilitas antar sistem juga menjadi hambatan besar bagi penerapan teknologi yang lebih luas, sementara isu etika, seperti bias dalam algoritma AI dan perlindungan data pribadi, memerlukan perhatian serius. Selain itu, dampak sosial dan ekonomi dari otomatisasi yang didorong oleh AI, serta tantangan dalam regulasi Blockchain, menjadi masalah yang perlu diselesaikan. Meskipun demikian, masa depan teknologi ini menjanjikan inovasi lebih lanjut dengan penerapan AI dan Blockchain yang lebih luas di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan keuangan. Quantum Computing berpotensi meningkatkan kemampuan AI dan Blockchain lebih jauh lagi, meskipun masalah terkait dengan privasi, keamanan, dan regulasi harus ditangani dengan bijaksana. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat sangat diperlukan guna mengoptimalkan manfaat teknologi sambil mengurangi dampaknya terhadap ketimpangan sosial dan lingkungan.