Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontra Narasi terhadap Stigmatisasi Ahlul Bid’ah: Analisis Framing Konten Dakwah Instagram @ajir_ubaidillah: Counter Narrative to the Stigmatization of Ahlul Bid'ah: Framing Analysis of Instagram Preaching Content @ajir_ubaidillah Muhammad Khalik Saputra; Ida Suryani Wijaya; Fuad Fansuri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7629

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi framing yang diterapkan oleh Ustadz Ajir Ubaidillah dalam menghadirkan kontra narasi terhadap stigmatisasi amalan Islam tradisional yang sering dianggap bid‘ah di media sosial, khususnya Instagram. Stigmatisasi ini menciptakan polarisasi internal di kalangan umat Islam, yang berdampak negatif pada persatuan umat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Ustadz Ajir membangun narasi yang moderat dan inklusif untuk meredam polarisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing berdasarkan teori Robert N. Entman yang mencakup empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgments, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Ajir menggunakan pendekatan dakwah yang berbasis pada pandangan ulama salaf yang kredibel, moderasi Islam, serta visualisasi yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang inklusif dan mudah dipahami oleh audiens muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital melalui Instagram berperan penting dalam mengatasi polarisasi umat Islam dan memperkuat kohesi sosial dengan mengedepankan pemahaman agama yang lebih moderat dan kontekstual.
Praktik Komunikasi Pranata Humas dalam Membangun Legitimasi Publik di Era Post-Truth Ruhainah Ruhainah; Ida Suryani Wijaya
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v4i2.3858

Abstract

This study aims to analyze the communication practices of public relations officers in building public legitimacy in the post-truth era at the Ministry of Religious Affairs of East Kalimantan Province. A qualitative approach was used, employing a case study method through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that public relations officers play a strategic role in bridging communication between the institution and the public through the use of digital media and a dialogic approach. Communication strategies are implemented adaptively by tailoring messages and media to audience characteristics. However, communication practices still tend to be informative and reactive, thus failing to fully achieve symmetrical two-way communication. In addressing the challenges of the post-truth era, public relations practitioners engage in rapid clarification, foster transparency, and develop counter-narratives against disinformation. These practices contribute to building public legitimacy, although they are dynamic in nature and require continuous strengthening through more participatory and strategic communication.