Articles
The Influence of Psychoreligious Therapy to Decrease the Depression Level of Narcotics Prisoners: Living Qur’anic Study in East Kalimantan
Fansuri, Fuad
Borneo International Journal of Islamic Studies Borneo International Journal of Islamic Studies, 1(1), November 2018
Publisher : IAIN Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.542 KB)
|
DOI: 10.21093/bijis.v1i1.1287
The aimed of this study was to determine the therapy applied. Therapy is a psychological treatment by readinga holy Qur'an as a strength way. This research was a quantitative by using quasi experiment with an unequal control group design. This study compared the results of the experimental group pretest and posttest after being treated with an untreated control group. Depression Level Measurement was applied Beck Depression Inventory (BDI)). The population in this study was Narcotics Prisoners Class III Samarinda. The sample size was 42 people which divided into two groups, namely control group and experimental group. The data in this study were analyzed by Wilcoxon signed-rank test with SPSS assistance program. The results showed that the level of weight loss in the experimental group was from 23.8% to 0%. Weight loss to moderate depression was 2 people, 1 person was in moderate to mild depression 2 people was in mild to normal depression. The resultof normality testshowed a significant level of value as well with p = 0.00 (significance of p <0.05) it was meant that psycho-religious therapy could be used as an alternative measured to reduce the level of depression of inmates.
Indonesia PHILOLOGICAL APPROACH IN ISLAMIC STUDIES
Saadah;
Fuad Fansuri
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.267
Filologis sebagai salah satu metode pendekatan yang dilakukan dalam proses mempelajari Islam dan agama lain. Pendekatan Filologis menggunakan naskah dan manuskrip sebagai objek dari pendekatan yang difokuskan, meskipun saat ini pendekatan filologis tidak terlalu trend dan diminati untuk dilakukan, namun pendekatan ini memegang peran yang sangat penting dalam kemajuan intelektual di seluruh dunia karena istilah filologi sendiri berasal dari Bahasa Yunani dan di terapkan pertama kali oleh peneliti barat. Studi Islam sebagai sebuah pembelajaran tentang bagaimana pendidikan Islam diajarkan kepada pelajar dan mengenal tentang sejarah Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi pustaka. Penelitian ini akan mencoba menelusuri keterkaitan studi Islam dengan pendekatan filologis. Penelitian ini memiliki manfaat untuk menambah pengetahuan dan khazanah keilmuan di bidang studi Islam. Pendekatan filologis dipakai pada kajian studi Islam untuk mendapatkan informasi dari sebuah manuskrip melalui pengkajian terhadap beberapa teks Islam yang dikaji. Mengingat warisan cendekiawan muslim yang kaya, dibutuhkan beberapa saat untuk meneliti semua informasi tersebut.
STUDI KRITIS ATAS HADIS TENTANG RUKYAT DAN HISAB
Fuad Fansuri
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 13 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.853 KB)
|
DOI: 10.24239/rsy.v13i1.92
The determination of the beginning and the end of Ramadan has a fundamental meaning for Muslims because it is associated with the implementation of fasting. In Indonesia, most of the year the issue becomes a polemic in society; it even tends to cause a conflict among Muslims. This paper focuses on the exposure of takhri> j hadith about rukyat and hisab on its practice on determining the beginning and the end of Ramadan in Indonesia.
Al-Qur’an Dan Ilmu Kedigjayaan: Studi Living Qur’an Masyarakat Kalimantan
Bunyamin Bunyamin;
Fuad Fansuri;
Mukhtar Muhammad Salam;
Akhmad Rijali Elmi;
Sitti Sagirah
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 20 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/mia.v20i2.1239
Al-Qur’an is a guide to life. Muslims generally practice receiving the Qur’an in various forms, reading, understanding, practicing, even in the form of socio-cultural reception. The study of the Living Qur'an in the Banjar community is also an effort by researchers to carry out a transformative ideology about the Al-Qur’an. The progress of Islamic civilization is greatly influenced by how people treat the Al-Qur’an in everyday life. In this research, it was found that the majority of Banjar people who live in the Kahlidiyah Rasyidiyah Islamic Boarding School believe that the Al-Qur'an contains various special prayers with certain virtues. People's reception of rajah also varies, including; Rajah is something that contains blessings and has certain powers because it is inscribed with verses from the Qur'an, so it can be concluded that the use of verses from the Qur'an in rajah is one of the many ways of glorifying the Qur'an.
Relasi Tawassul dan Tabarruk Menurut Sulaiman al-Jamal (Studi Penafsiran terhadap Surah al-Ma'idah Ayat 35 dan Surah al-Baqarah Ayat 248)
Ramadhani, Miftahul;
Fansuri, Fuad;
Noorthaibah, Noorthaibah;
Hasan, Muhammad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/aq.v18i5.3944
Tawassul adalah salah satu metode berdoa untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan perantara sesuatu serta sebagai media untuk mencapai suatu tujuan. Sementara tabarruk adalah kegiatan mencari berkah melalui sesuatu yang diistimewakan oleh Allah dengan limpahan keberkahan sehingga memiliki pengaruh untuk mendatangkan keberkahan kepada orang lain atas pertolongan Allah. Beberapa ulama cenderung salah dalam memahami hakikat sebenarnya dari tawassul dan tabarruk. Mereka beranggapan bahwa umat Islam yang mempraktekkan tawassul dan tabarruk sama dengan orang kafir yang menyembah berhala. Namun, bagi mayoritas umat Islam tawassul dan tabarruk masih terus dijalankan dan dipertahankan. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kontekstual dengan sumber data yang meliputi; sumber primer (kitab tafsir al-Futu>h{a>t al-Ila>hiyyah) dan sumber sekunder (karya-karya yang memiliki relevansi dengan tawassul dan tabarruk). Dalam mencari dan mengolah data, metode kepustakaan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis.
Pergulatan Mufassir Nusantara pada Interpretasi Ayat Poligami
Permata, Desy Helma;
Khaldun, Ibnu;
Mursalim, Mursalim;
Fansuri, Fuad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/aq.v17i5.2474
Baik secara sosial maupun agama, poligami menjadi topik pembicaraan yang menarik dengan berbagai pendapat dan alasan dari ragam sudut pandang. Salah satu cara untuk melihat kembali pentingnya poligami diera digital dan modern sekarang ini adalah dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang poligami. Salah satunya yaitu Q.S Surah an-Nisa ayat: 3. Artikel ini membahas tentang poligami dalam interpretasi mufassir Indonesia dengan menjadikan beberapa tafsir sebagai bahan kajian dalam menyorot isu yang berkembang di Nusantara, seperti; Tafsir Marah Labid, Tafsir an-Nur, Tafsir al-Azhar, Tafsir Hamka dan Tafsir Tafsir al-Iklīl Fī Ma'anī at-Tanzīl. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah (library research) dengan teknik deskriptif kualitatif yang berfokus pada sumber utama yaitu tafsir Nusantara dan sumber lain yang relevan seperti; buku, majalah, dan situs web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufassir Nusantara, menafsirkan ayat-ayat poligami berdasarkan makna teks ayat secara kebahasaan dan konteks atau historis saat ayat itu turun. Selain itu para ulama nusnatara juga melihat dari aspek social atau akibat negatif muncul dalam poligami. Secara subtansi ulama tafsir nusantara membolehkan poligami namun mesti adil, dan untuk memeberikan keadilan dalam berpoligami itu tidaklah mudah sehingga disarankan untuk memilki satu isteri saja. Dilain hal ulama Nusantara juga memberikan argument tentang kebolehan poligami dalam situasi darurat (seperti kemandulan) sebagai solusi dalam berumah tangga
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING PADA DAI DI KALIMANTAN TIMUR
Yosephi, Maria;
Nurul Syobah, Sy.;
Fansuri, Fuad;
Beta, Andi Rivai
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37638/sengkuni.4.2.377-382
Dai adalah seseorang yang menyampaikan pesan-pesan Islam sesuai dengan Alquran dan hadits. Dai adalah orang yang menyampaikan dakwah pada jamaah. Teknik atau gaya  menyampaikan pesan seorang dai pada jamaahnya menjadi dasar dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe kepribadian dai, bagaimana kemampuan public speaking dai, dan apakah ada hubungan tipe kepribadian dai terhadap kemampuan public speaking dai di Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 dai dengan perwakilan dai yang berada di lingkup Majelis Ulama Indonesia Samarinda, Bontang, dan Berau sebagai sampel. Hasil dari penelitian menunjukkan tipe kepribadian dai dengan metode tes Myers Briggs Type Indicator (MBTI) dan Eysenck Personality Test (EPI) ditemukan bahwa: (1) Tipe Kepribadian dai di Kaltim 26 orang Ekstrovert dan 4 orang Introvert. Dai tipe ekstrovert terbagi menjadi 10 orang tipe phlegmatis,10 orang dengan tipe sanguinis, 2 orang dengan tipe melankolis dan sisanya 4 orang tipe kholeris. Dai dengan tipe Introvert ada 2 sanguinis; dan 2 kholeris (2) Kemampuan public speaking dai di Kaltim berada pada 87 % dengan kategori sangat baik, (3) Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa tidak ada hubungan tipe kepribadian terhadap kemampuan public speaking dai
Pemahaman Mendalam Terkait Kata Al Fitnatu dalam Tafsir Q.S. Al Baqarah Ayat 191
Ismiati;
Fuad Fansuri
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/am.v6i1.9751
The research aims to explore the words Al Fitnatu in Q.S. al-Baqarah verse 191, the author highlights the lafaz Al Fitnatu which is interpreted as fitnah. Looking at the socio-historical conditions in the books of Tafsir, it is certainly not in accordance with the current understanding (Indonesian society). The purpose of this research is to find out the meaning of Al Fitnatu in the Qur'an, while the research method that the author uses is descriptive analysis method by using library data, so this research is library research. The results of this study are that Al Fitnatu in the context of tafsir means shirk and kufr, a disaster that will plunge into hell. While the misunderstanding of the meaning of the word fitnah in the context of Indonesian society is more due to the simplification or oversimplification of the meaning of the word fitnah in Arabic. The word fitnah in Indonesian is unable to accommodate the meaning contained in Arabic.
The Vernacularization of Quran Interpretation in Bugis Land
Mursalim, Mursalim;
Fansuri, Fuad;
Husain, Muhammad Zakir Bin;
Amir, Abdul Muiz
Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol 6, No 1 (2024): Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/mashdar.v6i1.7826
The vernacularization of the Qur'an has become an important study area for Indonesian scholars. However, translations or interpretations in the local languages of eastern Indonesia, especially South Sulawesi, have received limited attention. This research aims to fill this gap by examining the development of Qur'anic interpretation in the Bugis language in South Sulawesi. Employing a descriptive-analytic method and a social-historical approach, the study reveals that all authors of Bugis-language interpretations originate from the Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI), established by Anregurutta (AG) H. As'ad. As a result, these authors demonstrate comparable perspectives, styles, methods, and ideologies, distinguishing the vernacularization efforts in South Sulawesi from those in other parts of Indonesia. The research highlights the crucial role of the As'adiyah Islamic Boarding School in fostering the Bugis tafsir tradition in eastern Indonesia. Additionally, it finds that the motivations for translating or interpreting the Qur'an into Bugis encompass the goals of deepening comprehension of Islamic teachings within the indigenous community and preserving the Bugis language and culture within the context of Islamic discourse. Ultimately, the study illustrates the harmony between Islamic teachings and the socio-cultural context in Indonesia by examining the efforts to adapt Islamic practices to the local setting in Bugis Land
Urgensi Nw Official Sebagai Media Nahdlatul Wathan dalam Menyebarkan Dakwah Islamiah di Tengah Masyarakat
Indrawati, Yulia;
Mursalim, Mursalim;
Fansuri, Fuad;
Suryani Wijaya, Ida
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i3.427
Media adalah perangkat atau metode yang dipakai untuk mengirimkan informasi atau pesan dari pengirim kepada penerima. Sedangkan dakwah adalah objek kajian yang menggunakan alat seperti audio dan visual Audio. Dakwah merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan dakwah yang dilakukan melalui indera pendengaran, sedangkan visual merupakan bahan atau instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan dakwah melalui indera penglihatan. Media dakwah sendiri merupakan instrumen yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada penerima dakwah. Penelitian ini menggukan penelitian kualitatif deskriktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi NW Official sebagai media dakwah Nahdlatul Wathan, yang dimana dengan perubahan zaman dan perubahan teknologi yang semakin modern dakwah dapat dilakukan melalui media sosial serta sudah banyak media yang melakukan dakwah melalui media sosial, seperti youtube, instagram, facebook dan lainnya, maka dengan tujuan untuk mengembangkan dakwah islamiah di tengah masyarakat secara lebih luas dan Global maka Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) mencoba menggagas sebuah media yang bertujuan sebegai Media Dakwah. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan NW Official bagi masyarakat berperan penting dalam menyebarkan syia’r Nahdlatul Wathan dari segi sosial dengan mendukung kegiatan yang dilakukan pemerintah, keagamaan dengan mengadakan pengajian dan membaca Al-Qur’an bersama dan keorganisasian dengan menayangkan kegiatan PBNW dan kegiatan organisasi lainnya. NW Official memanfaatkan sarana youtube sebagai media dakwah Nahdlatul Wathan