Akbar Zailani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Sains Dalam Surat An-Nahl : 65 Dalam Perspektif Tafsir Ilmi Dan Tantangan Ketahanan Pangan di Pandeglang Carita Ilham Akbar, Muhammad; Muhammad Fakhrial Dewanda Zain; Hadi, Khaestya Hadi Wibawa; Akbar Zailani; Andi Rosa
Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2025): Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Juni 2025
Publisher : STAI KH. MUHAMMAD ALI SHODIQ TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to discuss the meanings of science in Surah An-Nahl Verse 56 through the approach of scientific interpretation which with the letter can be related between the combination of Surah An-Nahl 56 to food security in the Pandeglang Carita area. The interpretation of science as a method rather than interpretation seeks a concept of how the Qur'an can adapt and can distribute its role to global and economic challenges as is the case in Pandeglang Carita. More than that, the interpretation of knowledge can be used as a source of role in studying and processing natural resources in this world. In the view of the Tafsir of science in Surah An-Nahl: 65 there is a correlation with the problems in Pandeglang Carita. The interpretation of knowledge in Surah An-Nahl can make the people of Pandeglang Carita improve the quality and general knowledge in managing resources in their area, especially in Pandeglang Carita in the sea area. Pandeglang Carita has many problems in knowing the benefits of marine resources and components. The Tafsir Ilmi can be a solution to the detention of food and staple food of the Pandeglang Carita community Keywords : Tafsir Ilmi, Surah An-Nahl 65, Pandeglang Carita, Food Security
Memahami Praktik Tafsir Thabathaba’i: Integrasi Akal, Wahyu, Dan Realitas Sosial Dalam Al-Mīzān Fī Tafsīr Al- Qur’ān Akbar Zailani; Alif Zibran; Khoiru Rizki Idzni Robbik; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik penafsiran Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabathaba’i (1903–1981) dalam karya monumentalnya al-Mīzān fī Tafsīr al- Qur’ān. Sebagai salah satu mufasir paling berpengaruh dalam khazanah tafsir kontemporer, Thabathaba’i menampilkan pendekatan yang memadukan dimensi rasional, filosofis, dan spiritual. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus ditafsirkan dengan Al- Qur’an (tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān), yakni menjelaskan ayat dengan ayat lain yang memiliki kesesuaian makna dan konteks. Pendekatan ini tidak hanya menekankan keutuhan teks wahyu, tetapi juga membuka ruang bagi penalaran akal dan refleksi filosofis dalam menggali makna-makna terdalam Al-Qur’an. Dalam al-Mīzān, Thabathaba’i menolak pendekatan semata tekstual maupun ideologis, dan berupaya menampilkan pemahaman yang objektif, sistematis, serta kontekstual terhadap pesan wahyu. Melalui sintesis antara akal (‘aql), wahyu (naql), dan realitas sosial (‘ilm al-wāqi‘), Thabathaba’i menghadirkan model tafsir yang relevan bagi pembacaan Al-Qur’an di era modern. Pendekatannya menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks normatif, melainkan pedoman hidup yang selalu berinteraksi dengan dinamika manusia dan masyarakat. Dengan demikian, tafsir Thabathaba’i dapat dipandang sebagai jembatan antara spiritualitas klasik dan rasionalitas modern yang menegaskan peran manusia sebagai subjek aktif dalam memahami wahyu.