Arwansah, Arwansah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Penerapan Kampus Merdeka Menghadapi Era Revolusi Industri 5.0 pada Mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran Sunusi, Sahabuddin; Susanto, Rudy; Winarno, Winarno; Sunusi, M. Syafril; Arwansah, Arwansah; Shalehuddin, Hasnan Habib
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v8i2.68248

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan universitas dalam beradaptasi dengan revolusi industri 5.0 adalah blended learning, yaitu metode pembelajaran hybrid menggabungkan secara online dan tatap muka. Pendekatan metode seperti itu, dapat memperkuat pengalaman mahasiswa menggunakan perangkat digital, yang sangat penting di dunia kerja di masa depan. Pola lama pendidikan tinggi tidak lagi cukup untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Kemampuan atau skills seperti berpikir kritis (critikal thinking), kreatifitas, dan adaptabilitas, semakin penting dimiliki mahasiswa. Universitas atau perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulumnya untuk memastikan agar para mahasiswa memiliki skills yang dibutuhkan demi mencapai kesuksesan di era baru ini. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas X tahun pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian sebanyak 100 orang yang dipilih secara purposive random. Teknik pengumpulan data, yaitu kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu distribusi tabel frekuensi. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Politeknik Ilmu Pelayaran cukup menerapkan kampus merdeka dalam menghadapi era revolusi industri 5.0., dan (2) faktor penghambat penerapan kampus merdeka menghadapi era revolusi industri 5.0 pada universitas X adalah pemahaman mahasiswa, pemahaman orang tua, dan industri yang masih baru menjadi penghambat dalam menghadapi era revolusi industri 5.0; serta kurangnya literasi mahasiswa. Selanjutnya faktor pendukung penerapan kampus merdeka menghadapi era revolusi industri 5.0 pada universitas X adalah penggunaan digitalisasi, kemampuan dan kompetensi dosen, serta pengembangan program pendidikan dan pelatihan bagi dosen.
PENGARUH PELATIHAN DYNAMIC POSITIONING SYSTEM SIMULATOR TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA NAUTIKA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Sunusi, Sahabuddin; Susanto, Rudy; Sunusi, M. Syafril; Sultan, Sultan; Andharwati, Siti Aminah; Arwansah, Arwansah
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i1.80784

Abstract

Dynamic positioning system simulator merupakan simulator yang dimiliki PIP Semarang dan untuk saat ini merupakan satu-satunya di perguruan tinggi pelayaran di Indonesia. dynamic positioning system simulator merupakan alat simulator yang dikhususkan untuk jenis kapal offshore. Dynamic positioning system simulator dilatihkan kepada taruna yang telah melaksanakan praktek lapangan. Meskipun demikian, masih banyak taruna yang belum memilliki kompetensi yang memadai tentang dynamic positioning system simulator setelah lulus dari PIP Semarang. Salah satu penyebabnya adalah dynamic positioning system simulator hanya diberikan dalam bentuk mata kuliah dan prakteknya satu kali saat kuliah dengan lama waktu maksimal 4 jam per taruna. Oleh karena itu, setelah selesai dan tidak bekerja di kapal offshore, maka pengetahuan taruna bisa hilang tentang dynamic positioning system simulator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran pelatihan dynamic positioning system simulator taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, (2) gambaran kompetensi taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, (3) besar pengaruh pelatihan dynamic positioning system simulator terhadap kompetensi taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.Jenis penelitian  adalah survei. Lokasi penelitian ini adalah Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Populasi penelitian ini adalah berjumlah 46 orang dan semuanya dijadikan sampel. variabel penelitian yaitu pelatihan dynamic positioning system simulator (X)  dan (2) variabel terikat yaitu kompetensi taruna (Y). Teknik pengumpulan data, yaitu kuesioner, wawancara bebas, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu: (1) analisis statistik deskriptif berupa nilai rata-rata atau mean, median, modus, standar deviasi, distribusi frekuensi, dan histogram; serta (2) analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana. Hasil penelitian: (1) tingkat pelatihan dynamic positioning system simulator taruna Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dari 46 responden, yang menyatakan sangat rendah sebanyak 5 orang atau 10,87 persen, rendah sebanyak 12 orang atau 26,09 persen, sedang sebanyak 18 orang atau 39,13 persen, tinggi sebanyak 7 orang atau 15,22 persen, dan sangat tinggi sebanyak 4 orang atau 8,69 persen; (2) tingkat kompetensi taruna Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dari 46 responden, yang menyatakan sangat rendah sebanyak 8 orang atau 17,39 persen, rendah sebanyak 15 orang atau 32,61 persen, sedang sebanyak 17 orang atau 36,96 persen, tinggi sebanyak 5 orang atau 10,87 persen, dan sangat tinggi sebanyak 1 orang atau 2,17 persen; dan (3) besarnya pengaruh pelatihan dynamic positioning system simulator terhadap kompetensi taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang diketahui dengan membaca koefisien determinasinya (R2) = 0,495. Nilai R2 tersebut menunjukkan bahwa sumbangan efektif pelatihan dynamic positioning system simulator terhadap pelatihan dynamic positioning system simulator sebesar 49,50 persen. Sementara 50,50 persen karena pengaruh faktor lainnya. Kesimpulan penelitian: (1) pelatihan dynamic positioning system simulator taruna Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dikategorikan sedang artinya pelatihan dynamic positioning system simulator telah terlaksana dengan baik, akan tetapi masih perlu peningkatan pelatihan yang lebih baik, (2) kompetensi taruna Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dikategorikan sedang artinya taruna sudah memiliki kompetensi dengan baik setelah mengikuti pelatihan dynamic positioning system simulator, akan tetapi masih perlu pelatihan yang berulang kali agar kompetensi taruna semakin meningkat, dan (3) pelatihan dynamic positioning system simulator berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan besaran 0,495 atau 49,5 persen. Hal ini menemukan bahwa semakin sering diadakan pelatihan dynamic positioning system simulator maka kompetensi taruna nautika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang