Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determination Of Criminal Law In The Medical Committee with Artificial Intelligence Supervision Achieves Improvement of the Quality of Doctors at Hospital X in Bekasi City Dicky Yulius Pangkey; Riswadi , Riswadi
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joumi.v3i2.506

Abstract

Hospitals, as health institutions, are required to continuously improve service quality, including the quality of medical personnel. The Medical Committee serves as an internal body responsible for professional control, including credentialing, performance evaluation, and the enforcement of ethics and discipline. However, challenges in the execution of these roles demand a more objective, accurate, and fast oversight mechanism. Artificial Intelligence (AI) is emerging as a technological solution capable of detecting deviations in medical practice in real time. This research employs a qualitative-retrospective approach at RS X in Bekasi to analyze the implementation of the Medical Committee's duties and the impact of AI-based monitoring on improving doctors' quality. Findings reveal weaknesses in credentialing systems and competency evaluations, as well as incomplete medical documentation that endangers patient safety. The integration of AI proved effective in enhancing professional evaluation systems and reporting. The study recommends implementing AI alongside the reinforcement of criminal law regulations in the medical field to ensure accountability and quality in healthcare services.
Pengaruh Budaya Kerja Dan Job Burnout Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon Ismatul Maula; Yanuar Jak; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6732

Abstract

Latar belakang: Budaya kerja dalam organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, merupakan salah satu elemen fundamental yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu unit yang memiliki mobilitas dan tekanan yang tinggi di rumah sakit, sehingga tenaga medis dan tenaga kesehatannya sangat rawan terkena burnout. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan job burnout pada tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif, jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di IGD RS Mitra Plumbon yang berjumlah 80 orang. Hasil penelitian didapatkan analisis uji F (Simultan) menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun pada hasil uji t parsial yang hanya memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien adalah budaya kerja. Sedangkan job burnout tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil Koefisien determinasi didapatkan nilai R2 sebesar 0,735 dapat dijelaskan bahwa variabel independen mempengaruhi variable terikat sebesar 73% sisanya 26,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian bahwa ada pengaruh secara simultan antara budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga Kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengindetifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi budaya kerja dan job burnout terhadap budaya keselamatan pasien dengan variabel lain. Kata Kunci: Budaya Kerja, Job burnout dan Budaya Keselamatan Pasien
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Terhadap Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap RS Grha Permata Ibu Kota Depok Tahun 2025 Ratna Dian Andriani; Dicky Yulius Pangkey; Ahdun Trigono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit menjadi salah satu bentuk inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kinerja perawat. Sistem RME telah diterapkan di rumah sakit Grha Permata Ibu Depok untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dokumentasi medis. Namun, selama pelaksanaan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh perawat, seperti ketidakstabilan sistem dan kurangnya pelatihan berkelanjutan yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan sistem secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fitur dan fungsionalitas RME, dukungan teknis dan pelatihan, serta persepsi dan sikap pengguna terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Grha Permata Ibu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 74 perawat yang menggunakan RME di unit rawat inap. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert, dan analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, uji korelasi Spearman, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur dan fungsionalitas RME (X1) serta persepsi dan sikap pengguna (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat (Y), dengan ρ = 0,652, p < 0,001 untuk fitur dan fungsionalitas, serta ρ = 0,482, p < 0,001 untuk persepsi dan sikap pengguna. Sementara itu, dukungan teknis dan pelatihan (X2) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, meskipun secara simultan ketiga variabel memberikan kontribusi sebesar 67% terhadap variasi kinerja perawat. Secara khusus, kualitas sistem yang memadai, fungsionalitas yang lengkap, dukungan teknis yang cepat dan memadai, serta pelatihan yang lebih terstruktur dapat meningkatkan penerimaan dan efektivitas penggunaan RME di kalangan perawat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekurangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya pelatihan berkala bagi perawat, yang menghambat pemanfaatan maksimal dari sistem RME. Selain itu, meskipun sistem RME memiliki fungsionalitas yang memadai, beberapa aspek teknis seperti stabilitas sistem dan integrasi antarunit belum optimal. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memperbaiki dukungan teknis, meningkatkan pelatihan berkelanjutan, serta memperbaiki kualitas dan stabilitas sistem. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan kualitas layanan keperawatan di rumah sakit.