Kemandirian merupakan aspek perkembangan fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam mengurus diri sendiri, mengambil keputusan sederhana, serta bertanggung jawab atas aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi bermain konstruktif sebagai strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian anak usia dini di PAUD Kutilang Kecamatan Curug, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang guru dan lima belas anak didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan bermain konstruktif melalui tahap perencanaan berbasis RPPH, pelaksanaan dengan pendampingan fasilitatif, dan evaluasi reflektif yang berfokus pada proses. Aktivitas bermain seperti menyusun balok, membuat bentuk dari plastisin, dan menyusun puzzle terbukti mampu menstimulasi kemandirian anak dari aspek pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan inisiatif. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana permainan, perbedaan tingkat kemandirian anak, dan ketergantungan sebagian anak terhadap guru. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bermain konstruktif merupakan strategi efektif untuk menumbuhkan kemandirian anak usia dini, asalkan didukung oleh sarana prasarana yang memadai serta peran guru yang konsisten sebagai fasilitator.