Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Sayani; Hasmari Noer; Dina Daniati
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif.
KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Sayani; Hasmari Noer; Dina Daniati
Jurnal Agrotech Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif.
Tourism Growth from Environmental Degradation: A Sound Governance Approach to Sustainable Destination Manage-ment and SDG Integration Dina Daniati; Diane Laurentia; Tantie Aqsha; Apri Kuntariningsih; Lidya Fitri Yani
An International Journal Tourism and Community Review Vol. 3 No. 2 (2026): June: An International Journal Tourism and Community Review
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/tourcom.v3i2.390

Abstract

This research investigates the integration of Sound Governance principles within the sustainable tourism policy cycle as a mechanism to mitigate institutional fragmentation and evaluation inefficiencies in developing economies. Adopting a sequential explanatory mixed-methods design, the study establishes a multidimensional evaluation framework congruent with the Sustainable Development Goals (SDGs). Policy performance is rigorously analyzed across five strategic domains: Economy, Social-Welfare, Culture-Education, Environment, and Governance. The quantitative methodology employs 17 adapted SDG indicators to assess policy efficacy, while the subsequent qualitative phase utilizes semi-structured interviews and stakeholder mapping to deconstruct complex power dynamics within multi-actor co-management structures. The empirical findings demonstrate that Sound Governance—predicated on transparency and accountability—acts as a fundamental catalyst for policy effectiveness. It significantly enhances destination sustainability through a structured input-process-output-outcome-impact pathway. Evidence from the case study of Penglipuran Village, Bali, validates these results, showing that while indigenous institutional legitimacy bolsters social responsiveness, it remains susceptible to economic dependencies driven by overtourism. Ultimately, this study asserts that embedding SDGs into the policy evaluation cycle elevates assessments from perfunctory administrative exercises to strategic instruments essential for ecosystem preservation and long-term demand stability. These insights establish Sound Governance as a strategic intangible asset, providing significant theoretical contributions to development administration and offering pragmatic frameworks for policy-makers managing sustainable destinations in competitive global markets.