Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BAGI IBU RUMAH TANGGA (IRT) RT 004 RW 004 KELURAHAN LERE KECAMATAN PALU BARAT If'all; Sayani; Asrawaty; Basrin, Fitriani
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.402

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) di RT 004 RW 004 Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai upaya peningkatan keterampilan dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam produksi VCO, keterbatasan akses terhadap teknologi dan modal usaha, serta minimnya strategi pemasaran dan pemahaman standar mutu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, serta pendampingan usaha. Pelatihan mencakup seluruh tahapan produksi VCO, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik ekstraksi, penyaringan, hingga pengemasan yang sesuai standar mutu. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan legalitas usaha guna meningkatkan daya saing produk di pasar lokal. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan VCO, dengan tingkat keberhasilan sebesar 75% dalam mempraktikkan proses produksi secara mandiri. Beberapa peserta telah memulai produksi rumahan dan menunjukkan minat untuk membentuk kelompok usaha bersama. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pendampingan lanjutan, akses terhadap modal usaha, serta upaya sertifikasi produk agar VCO yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi
KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Sayani; Hasmari Noer; Dina Daniati
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif.
KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Sayani; Hasmari Noer; Dina Daniati
Jurnal Agrotech Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Subi Melalui Penerapan Alat Tenun Bukan Mesin (Atbm) Di Desa Salubomba Kabupaten Donggala pribadi, hendra; Sayani; Marjun
Sambulu Gana : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/sambulu_gana.v5i2.9580

Abstract

This community service program aims to enhance the production capacity and quality of Donggala woven fabric through the implementation of Non-Machine Weaving Tools (ATBM) in the SUBI weaving group in Salubomba Village, Donggala Regency. The method used was the Participatory Technology Development (PTD) approach, involving active participation of partners in each phase of the activity. The activities included socialization, technical and non-technical training, technology application, post-program mentoring, evaluation, and sustainability strategies. The results showed significant improvements in production volume, product quality, and group management systems. Production increased from 70 to 168 sheets per year, the quality of natural dyes improved and became more durable, and marketing expanded through digital and conventional channels. The program contributed to improving community welfare and preserving local cultural heritage.