Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Publik Pada Flexing Marketing Owner Skincare Lokal di Platform Tiktok Amanda, Novia; Athaya, Nabila Dewi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flexing marketing merupakan taktik pemasaran yang banyak digunakan saat ini. Teknik pemasaran ini menawarkan cara mudah bagi pelakunya untuk mendapatkan sorotan dan dikenal dengan cepat oleh masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa flexing marketing berkaitan dengan viral marketing yang banyak digunakan oleh merek-merek besar maupun kecil. Pada penelitian ini, budaya pamer kemewahan juga erat kaitannya dengan sisi kognitif individu yang membuat mereka tertarik pada barang-barang mewah dan kehidupan glamor para influencer dan content creator. Meskipun tidak menjamin akan membuat khalayak menjadi konsumen, penelitian kualitatif melalui berbagai jenis teknik pengumpulan data ini menunjukkan beberapa efek spesifik. Alasan pertama meneliti topik ini adalah rasa ingin tahu tentang seberapa besar peran flexing marketing yang sudah dikenal luas dalam persepsi masyarakat oleh pemilik skincare lokal Indonesia di platform TikTok. Pada bagian hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan tiga bagian yang berperan aktif dalam fenomena flexing marketing, meliputi bagaimana taktik ini berhubungan dengan viral marketing dan beberapa temuan utama.
Persepsi Publik Pada Flexing Marketing Owner Skincare Lokal di Platform Tiktok Amanda, Novia; Athaya, Nabila Dewi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flexing marketing merupakan taktik pemasaran yang banyak digunakan saat ini. Teknik pemasaran ini menawarkan cara mudah bagi pelakunya untuk mendapatkan sorotan dan dikenal dengan cepat oleh masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa flexing marketing berkaitan dengan viral marketing yang banyak digunakan oleh merek-merek besar maupun kecil. Pada penelitian ini, budaya pamer kemewahan juga erat kaitannya dengan sisi kognitif individu yang membuat mereka tertarik pada barang-barang mewah dan kehidupan glamor para influencer dan content creator. Meskipun tidak menjamin akan membuat khalayak menjadi konsumen, penelitian kualitatif melalui berbagai jenis teknik pengumpulan data ini menunjukkan beberapa efek spesifik. Alasan pertama meneliti topik ini adalah rasa ingin tahu tentang seberapa besar peran flexing marketing yang sudah dikenal luas dalam persepsi masyarakat oleh pemilik skincare lokal Indonesia di platform TikTok. Pada bagian hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan tiga bagian yang berperan aktif dalam fenomena flexing marketing, meliputi bagaimana taktik ini berhubungan dengan viral marketing dan beberapa temuan utama.
Pemaknaan Publik terhadap Perilaku Flexing oleh Pemilik Merek Skincare Lokal dalam Perspektif Literasi Digital Amanda, Novia; Athaya, Nabila Dewi; Boer, Rino Febrianno
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5454

Abstract

This study aims to analyze how audiences interpret the flexing content of a local skincare brand owner and the role of digital literacy in this process. Using a qualitative netnographic approach, data was obtained through analysis of the brand owner's TikTok content and in-depth interviews with four informants who are both audience members and consumers. The results show that flexing as a symbolic branding strategy is interpreted in various ways, ranging from admiration to suspicion. Digital literacy plays a crucial role in filtering information, assessing content credibility, and influencing purchasing decisions. The contrasting reactions in netizen comments confirm that digital literacy levels determine how society, particularly the lower-middle class, forms perceptions of flexing practices on social media.
Persepsi Publik Pada Flexing Marketing Owner Skincare Lokal di Platform Tiktok Amanda, Novia; Athaya, Nabila Dewi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flexing marketing < em>merupakan taktik pemasaran yang banyak digunakan saat ini Teknik pemasaran ini menawarkan cara mudah bagi pelakunya untuk mendapatkan sorotan dan dikenal dengan cepat oleh masyarakat Penelitian ini juga menemukan bahwa flexing marketing < em>berkaitan dengan viral marketing< em> yang banyak digunakan oleh merek merek besar maupun kecil Pada penelitian ini budaya pamer kemewahan juga erat kaitannya dengan sisi kognitif individu yang membuat mereka tertarik pada barang barang mewah dan kehidupan glamor para influencer < em>dan content creator< em> Meskipun tidak menjamin akan membuat khalayak menjadi konsumen penelitian kualitatif melalui berbagai jenis teknik pengumpulan data ini menunjukkan beberapa efek spesifik Alasan pertama meneliti topik ini adalah rasa ingin tahu tentang seberapa besar peran flexing marketing< em> yang sudah dikenal luas dalam persepsi masyarakat oleh pemilik skincare < em>lokal Indonesia di platform < em>TikTok Pada bagian hasil penelitian dan pembahasan ditemukan tiga bagian yang berperan aktif dalam fenomena flexing marketing< em> meliputi bagaimana taktik ini berhubungan dengan viral marketing< em> dan beberapa temuan utama < p>