Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Melindungi Generasi Emas: Strategi Mengatasi Dampak Paparan Pornografi pada Anak dan Remaja Sulaiman, Nur Afifah; Nanda, Rafika; Riany, Yulina Eva
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1203-1206

Abstract

Paparan pornografi di kalangan anak dan remaja Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan akibat akses teknologi yang semakin mudah. Kondisi ini berdampak negatif pada perkembangan psikologis, moral, dan perilaku anak, termasuk peningkatan perilaku seksual berisiko dan penurunan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral. Minimnya literasi digital, kurangnya pengawasan orang tua, dan komunikasi yang tidak efektif memperburuk situasi ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan kolaboratif yang mencakup pengawasan digital yang lebih ketat, pendidikan seksual berbasis bukti, serta pemberdayaan keluarga dan komunitas. Implementasi kebijakan yang komprehensif ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari dampak negatif pornografi, mendukung perkembangan moral yang sehat, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Reformasi Sistem Pendidikan sebagai Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 Ningsih, Sri Rahayu; Nanda, Rafika; Hastuti, Dwi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1289-1296

Abstract

Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan. Namun, Impian besar ini bisa kandas jika persoalan mendasar di dunia pendidikan tidak segera dibenahi. Saat ini, Indonesia masih bergulat dengan sistem pendidikan yang tidak stabil, guru yang kurang Sejahtera, minimnya kolaborasi sekolah dan orang tua, serta fasilitas pendidikan yang timpang. Akibatnya, lahir generasi muda yang rapuh secara kognitif dan emosional, mereka terjebak dalam fenomena brain rot, paparan pornografi, dan krisis karakter. Artikel ini menawarkan pendekatan strategis dan tajam untuk membalikkan situasi, mulai dari reformasi kurikulum pendidikan berbasis jangka panjang, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan peran orang tua, hingga revitalisasi fasilitas sekolah. Keempat pilar ini adalah fondasi yang saling menguatkan untuk menciptakan sumber daya unggul yang menjadi tulang punggung Indonesia Emas 2045. Simak selengkapnya untuk memahami bagaimana perubahan nyata bisa dimulai hari ini.
ELDER CARE: Edukasi Perawatan Lansia dan Penguatan Ketahanan Keluarga pada Caregiver Palansari Maju Bogor Sari, Anggi Fatika; Nanda, Rafika; Tyara, Annisaa Fairuz; Islamiah, Nur
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 2 (2026): Inpress
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i2.5415

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut kesiapan keluarga sebagai caregiver utama, terutama di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan. Asesmen awal di Paguyuban Lansia Griya Yasa Lestari (Palansari Maju) di Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor menunjukkan rendahnya pengetahuan caregiver terkait perawatan lansia dan ketahanan keluarga. Kegiatan pemberdayaan ini melibatkan 15 orang caregiver dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai perawatan dasar lansia, strategi pengelolaan sumber daya keluarga, serta penguatan ketahanan keluarga. Program dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi praktik, simulasi, serta penggunaan dua modul edukasi. Tahapan kegiatan meliputi asesmen kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan edukasi, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Skor rata-rata peserta pada materi perawatan lansia meningkat dari 6 menjadi 8 (peningkatan 33,3%), sedangkan pada materi ketahanan keluarga dan manajemen sumber daya meningkat dari 10 menjadi 22 (peningkatan 120%). Selain itu, peserta juga menunjukkan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan caregiving, peningkatan kemampuan komunikasi keluarga, serta penguatan peran keluarga dalam mendukung kesejahteraan lansia. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kapasitas caregiver dan dapat menjadi strategi promotif–preventif dalam perawatan lansia di komunitas. Kata kunci: Caregiver Lansia, Ketahanan Keluarga, Perawatan Lansia