Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Organologi dan Klasifikasi Alat Musik Gendang Tabuik (Tambua) dari Sumatera Barat Ramadhani, Cahyani Indah
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 9 No 2 (2022): jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gendang Tabuik (Tambua) merupakan salah satu jenis gendang tradisional yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia. Instrumen ini memiliki dua bagian utama, yaitu badan gendang yang terbuat dari kayu dan membran yang terbuat dari kulit kambing atau kerbau. Keberadaan Gendang Tabuik (Tambua) ini tak jauh dari upacara adat yang berasal dari Kota Pariaman, yaitu Upacara Adat Tabuik guna memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW. Nama Gendang Tabuik (Tambua) sendiri di sematkan karena alat musik tersebut digunakan sebagai alat musik pengiring dari upacara adat Tabuik di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi Gendang Tabuik(Tambua). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Unsur-unsur musik dikategorikan, diklasifikasikan dan dianalisis.
Pembentukan Identitas Budaya Remaja Melalui Komunitas Dance Cover DreamWalker di Medan Ramadhani, Cahyani Indah; Dewi, Heristina; Gulo, Hubari
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.939

Abstract

Budaya populer Korea (K-Pop) telah membentuk berbagai praktik budaya remaja di Indonesia, salah satunya melalui komunitas dance cover. DreamWalker adalah komunitas dance cover K-Pop di Kota Medan yang menjadi ruang ekspresi dan interaksi sosial bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DreamWalker menjadi medium pembentukan identitas budaya remaja melalui representasi tubuh, ekspresi emosional, serta negosiasi nilai global dan lokal. Identitas terbentuk melalui unsur wiraga (teknik), wirama (keselarasan), dan wirasa (emosi) dalam praktik tari, serta diperkuat melalui pengalaman kolektif fan performa budaya. DreamWalker berperan sebagai agen budaya yang memfasilitasi pembentukan identitas hibrida remaja dalam konteks globalisasi, dengan menggabungkan simbol K-Pop dan nilai lokal Kota Medan melalui praktik pertunjukan yang reflektif.