Budaya populer Korea (K-Pop) telah membentuk berbagai praktik budaya remaja di Indonesia, salah satunya melalui komunitas dance cover. DreamWalker adalah komunitas dance cover K-Pop di Kota Medan yang menjadi ruang ekspresi dan interaksi sosial bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DreamWalker menjadi medium pembentukan identitas budaya remaja melalui representasi tubuh, ekspresi emosional, serta negosiasi nilai global dan lokal. Identitas terbentuk melalui unsur wiraga (teknik), wirama (keselarasan), dan wirasa (emosi) dalam praktik tari, serta diperkuat melalui pengalaman kolektif fan performa budaya. DreamWalker berperan sebagai agen budaya yang memfasilitasi pembentukan identitas hibrida remaja dalam konteks globalisasi, dengan menggabungkan simbol K-Pop dan nilai lokal Kota Medan melalui praktik pertunjukan yang reflektif.
Copyrights © 2026