Pransinartha
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Musik Etnik Dayak Ma’anyan Dalam Pelayanan Musik Gereja Di Jemaat GKE Eben Ezer Pransinartha; Salmanezer, Jonathan; Wowiling, Meiske Lydia Paulina
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 1 (2025): DPJTMG: Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/dp.v5i1.894

Abstract

The Evangelical Christian Church of Kalimantan (GKE) Eben Ezer Banjarmasin is one of the churches striving to utilize its musical potential to support its ministry. One form of music that has been highlighted is the ethnic Dayak Ma’anyan music, which is rich in cultural values and local wisdom. The problem identified in this study is the suboptimal utilization of ethnic Dayak Ma’anyan music in church music ministry. The research method employed is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings are as follows: (1) The utilization of ethnic Dayak Ma’anyan music at GKE Eben Ezer plays a role in cultural preservation and inspires congregational hymns; (2) The application of Peter Shineller's inculturation theory in the development of church music enriches the understanding of the inculturation process of Dayak Ma’anyan ethnic music; (3) The use of Graham Wallas' creative thinking theory facilitates the creation of new, systematic, and innovative music; (4) The newly created inculturated Dayak Ma’anyan music received positive responses from the congregation; and (5) The formation of a new music group at GKE Eben Ezer, based on Dayak Ma’anyan ethnic music, demonstrates significant progress in the church’s music ministry at GKE Eben Ezer Banjarmasin.
Estetika Musik Imanuel Kant Terhadap Karya Piano la pastorale Dari Burgmuller op. 100 no.3 Handrianto; Pransinartha
Jurnal Penelitian Musik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Musik
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JurnalPenelitianMusik.71.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji estetika musik karya La Pastorale (Op. 100 No. 3) ciptaan Johann Friedrich Burgmüller melalui pendekatan filsafat estetika Immanuel Kant. Kant memandang estetika sebagai penilaian subjektif yang bersifat universal, di mana keindahan tidak bergantung pada konsep atau fungsi, melainkan pada pengalaman rasa yang murni dan bebas. Dalam konteks ini, karya La Pastorale dianalisis sebagai ekspresi musikal yang memunculkan pengalaman estetik melalui harmoni, bentuk, dan ekspresi emosi yang alami. Karya ini merepresentasikan suasana pastoral yang tenang dan lembut, selaras dengan ide Kant tentang “sublime” dan “beautiful” sebagai kategori dalam estetika. Analisis dilakukan dengan mengamati elemen-elemen musikal seperti melodi, harmoni, ritme, dan dinamika, serta meninjau bagaimana elemen-elemen tersebut membangkitkan penilaian estetik menurut kerangka Kantian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa La Pastorale dapat dianggap sebagai karya musik yang memenuhi syarat sebagai objek estetik murni, di mana kenikmatan yang dihasilkan berasal dari rasa harmoni internal dan kesatuan bentuk yang tidak bergantung pada maksud praktis. Dengan demikian, pendekatan Kantian memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pengalaman estetis terhadap musik dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan yang otonom dan bebas dari kepentingan.
Estetika Musik Imanuel Kant Terhadap Karya Piano la pastorale Dari Burgmuller op. 100 no.3 Handrianto; Pransinartha
Jurnal Penelitian Musik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Musik
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JurnalPenelitianMusik.71.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji estetika musik karya La Pastorale (Op. 100 No. 3) ciptaan Johann Friedrich Burgmüller melalui pendekatan filsafat estetika Immanuel Kant. Kant memandang estetika sebagai penilaian subjektif yang bersifat universal, di mana keindahan tidak bergantung pada konsep atau fungsi, melainkan pada pengalaman rasa yang murni dan bebas. Dalam konteks ini, karya La Pastorale dianalisis sebagai ekspresi musikal yang memunculkan pengalaman estetik melalui harmoni, bentuk, dan ekspresi emosi yang alami. Karya ini merepresentasikan suasana pastoral yang tenang dan lembut, selaras dengan ide Kant tentang “sublime” dan “beautiful” sebagai kategori dalam estetika. Analisis dilakukan dengan mengamati elemen-elemen musikal seperti melodi, harmoni, ritme, dan dinamika, serta meninjau bagaimana elemen-elemen tersebut membangkitkan penilaian estetik menurut kerangka Kantian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa La Pastorale dapat dianggap sebagai karya musik yang memenuhi syarat sebagai objek estetik murni, di mana kenikmatan yang dihasilkan berasal dari rasa harmoni internal dan kesatuan bentuk yang tidak bergantung pada maksud praktis. Dengan demikian, pendekatan Kantian memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pengalaman estetis terhadap musik dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan yang otonom dan bebas dari kepentingan.