Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Self-Concept and Learning Interest on Science Learning Achievement among Madrasah Tsanawiyah Students: Pengaruh Konsep Diri dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Madrasah Tsanawiyah Sumantri, Hendra; Rahman, Novianti Azizah
Edukasi: Journal of Educational Research Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Media Publikasi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/edukasi.v5i1.284

Abstract

Self-concept and learning interest are important psychological factors that contribute to students' academic success, particularly in science subjects. This study aims to examine the influence of self-concept and learning interest on the science learning achievement of Madrasah Tsanawiyah students. The method used was a survey with correlation analysis and multiple linear regression techniques. The research population consisted of 500 students from three public Madrasah Tsanawiyah in Majalengka Regency, with a sample size of 89 students. The sampling technique used was stratified random sampling. The instruments employed were a self-concept questionnaire and a learning interest questionnaire. The results of the study showed that self-concept and learning interest significantly influence students’ science achievement. These findings highlight the crucial role of teachers in shaping positive self-concept and increasing students’ interest in learning to create an effective and enjoyable science learning environment. Academically, this study contributes to strengthening the educational literature that emphasizes the importance of affective factors such as self-concept and learning interest in supporting students’ academic success, and provides a foundation for the development of more comprehensive, character-oriented educational policies and interventions.
Pengaruh Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Jaringan Hewan pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Panawangan Sumantri, Hendra; Marissa, Erlinda Isulis
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2126

Abstract

This study aims to investigate the effect of the Rotating Trio Exchange (RTE) learning model on eighth-grade students' understanding of animal network concepts. A quantitative approach was used, with a single group pre-test and post-test design. The sample consisted of 30 students selected through purposive sampling. The measuring instruments used included a learning achievement test and an observation sheet designed to evaluate the implementation of the RTE model. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed a significant increase in students' academic achievement after the implementation of the Rotating Trio Exchange (RTE) strategy. The average score increased from 67.25 to 86.40, and the proportion of students who achieved mastery increased from 58% to 94%. Findings from regression and ANOVA analyses showed that the RTE model had a positive and statistically significant effect on student learning outcomes. The RTE strategy proved to be effective in improving conceptual understanding and can serve as an active learning model in Biology teaching. The findings show that RTE encourages greater student participation, reduces misunderstandings, and strengthens conceptual mastery. Practically, Biology teachers are encouraged to adopt RTE as an interactive and collaborative learning approach, especially for subject matter that requires intensive discussion and teamwork.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap pemahaman siswa kelas VIII terhadap konsep jaringan hewan. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan desain satu kelompok pra-tes dan pasca-tes. Sampel terdiri dari 30 siswa yang dipilih melalui teknik sampling purposif. Alat ukur yang digunakan meliputi tes pencapaian belajar dan lembar observasi yang dirancang untuk mengevaluasi implementasi model RTE. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam prestasi akademik siswa setelah penerapan strategi Rotating Trio Exchange (RTE). Skor rata-rata meningkat dari 67,25 menjadi 86,40, dan proporsi siswa yang mencapai penguasaan meningkat dari 58% menjadi 94%. Temuan dari analisis regresi dan ANOVA menunjukkan bahwa model RTE memiliki pengaruh positif dan secara statistik signifikan terhadap hasil belajar siswa. Strategi RTE terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan dapat berfungsi sebagai model pembelajaran aktif dalam pengajaran Biologi. Temuan menunjukkan bahwa RTE mendorong partisipasi siswa yang lebih besar, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat penguasaan konseptual. Secara praktis, guru Biologi didorong untuk mengadopsi RTE sebagai pendekatan pembelajaran interaktif dan kolaboratif, terutama untuk materi pelajaran yang memerlukan diskusi intensif dan kerja tim.
Model Edukasi Literasi Lingkungan Berbasis Komunitas: Analisis Reflektif Kegiatan Pengabdian Masyarakat Agustira, Deden; Sumantri, Hendra; Nurhasanah, Alfi
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan warga Perum Quanta 2 Kuningan melalui model edukasi berbasis komunitas yang sepenuhnya berlandaskan pendekatan kualitatif deskriptif. Program dirancang kolaboratif dan partisipatif, memfasilitasi warga untuk menggali isu, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan aksi ramah lingkungan sehari-hari. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen komunitas selama Maret-April 2025. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: (1) menumbuhkan kesadaran ekologis, (2) edukasi sebagai penggerak: penguatan ikatan sosial aksi lingkungan, (3) tingkat partisipasi, (4) adaptasi sebagai proses, dan (5) tantangan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa literasi lingkungan berkembang bukan hanya pada ranah pengetahuan, tetapi juga pada sikap dan tindakan kolektif. Model edukasi berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam memicu perubahan bermakna yang berpotensi diadaptasi pada pemukiman lain dengan karakteristik yang sama.