Kesejahteraan siswa di sekolah (school well-being) merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan perkembangan psikologis peserta didik. School well-being mencerminkan kondisi di mana siswa merasa nyaman, aman, diterima, serta mampu berkembang secara optimal dalam lingkungan sekolah. Berbagai faktor diduga memengaruhi tingkat kesejahteraan tersebut, di antaranya kemampuan siswa dalam mengelola stress (coping stress) dan persepsi terhadap iklim kelas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional.Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X.a,b,c,d & XI.a,b,c,d yang terdiri dari 288 siswa SMA N 1 Cangkringan. Proses pengambilan sampel menggunakan purposive samping. Pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan, Coping stress secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap school well-being pada siswa SMA Negeri 1 Cangkingan berdasarkan t hitung (2,497) > ttabel (1,969) dan nilai Sig. (0,013) < 5% (0,05). iklim kelas secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap school well-being pada siswa SMA Negeri 1 Cangkingan berdasarkan thitung (5,205) > ttabel (1,969) dan nilai Sig. (0,000) < 5% (0,05). Coping stress dan iklim kelas secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap school well-being pada siswa SMA Negeri 1 Cangkingan berdasarkan Fhitung (16,537) > Ftabel (3,032) dan nilai Sig. (0,000) < 5% (0,05), Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa coping stress dan iklim kelas secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap school well-being. Hal ini menunjukkan bahwa semakin adaptif strategi coping stress yang dimiliki siswa serta semakin kondusif iklim kelas yang dirasakan, maka semakin tinggi scholl well-being siswa di sekolah SMA N 1 Cangkringan. Kata Kunci : coping stress, iklim kelas, scholl well-being