Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Krisis Moral Dikalangan Remaja Arrum Agustina; Agnes Tri Muryati; Evita Nadia; Eza Dwi Lestari
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v6i2.1711

Abstract

The moral crisis among teenagers is one of the biggest challenges in modern society, triggered by technological developments, the influence of foreign culture, and shifts in social values. This phenomenon is reflected in various deviant behaviors, such as increasing juvenile delinquency, uncontrolled consumer behavior, promiscuity, and decreased respect for parents and authority. In the midst of this situation, Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in shaping the character and morals of the younger generation through noble religious values. This article focuses on strategies that can be implemented in PAI to face and overcome moral crises among teenagers. The strategies discussed include strengthening understanding and internalizing the values of Islamic teachings, providing good role models (uswah hasanah) from teachers, parents and community figures, as well as using social media as a means of disseminating moral messages that are relevant to the lives of teenagers. Apart from that, this article also emphasizes the importance of a holistic approach that involves family, school and social environment in the character formation process. Good collaboration between schools and parents through character development programs is also identified as a key factor in supporting the effectiveness of PAI. By implementing these strategies systematically, it is hoped that teenagers can avoid moral crises and grow into individuals with noble character, integrity, and able to face the challenges of the times armed with strong Islamic values. Key words: Islamic religious education, moral crisis, teenagers, educational strategies, character formation.
Analisis Pembelajaran Berbasis Asesmen Diagnostik dalam Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Evita Nadia; Rika Sri Marisa; Wiwinda; Zubaidah Bayan; Hendro Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berbasis asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan kemampuan awal siswa sebagai dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik telah mulai diterapkan melalui tes awal, observasi, dan wawancara sederhana untuk mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen ini mampu membantu guru dalam mengidentifikasi perbedaan kemampuan akademik, gaya belajar, minat, motivasi, serta kesulitan belajar siswa. Dampak penerapan asesmen diagnostik terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan motivasi belajar. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya instrumen asesmen yang terstandar. Dengan demikian, asesmen diagnostik memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka, meskipun masih memerlukan penguatan dalam implementasinya.