Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Pada Pembelajaran Daring Mata Pelajaran PAI Di SMPN 19 Kota Bengkulu Wasis Saputra; Lubis, Mawardi; Wiwinda
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v4i3.491

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Optimalisasi penggunaan media sosial pada pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 19 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial pada pembelajaran daring mata pelajaran PAI di SMPN 19 Kota Bengkulu belum optimal. Hal ini dapat dibuktikan bahwa guru sudah merancangpembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasipembelajaran namun masih terdapat beberapa kesulitan guru dalam menyiapkan strategi agar pembelajaran daring tetap dapat terlaksana.
Implementasi Pembelajaran Adaptif Berbasis Teknologi dalam Mengakomodasi Perbedaan Gaya Belajar Siswa SDN 102 Kota Bengkulu Marisa Rachelia Putri; Arrum Agustina; Wiwinda; Randi
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.456

Abstract

This study aims to analyze the implementation of technology-based adaptive learning in accommodating differences in student learning styles at SDN 102 Bengkulu City and identify supporting and inhibiting factors. The study used a qualitative approach with a descriptive type. The research subjects consisted of 1 class teacher, 28 fifth-grade students, and 1 principal as a supporting informant. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that technology-based adaptive learning has been implemented gradually through the use of digital media such as learning videos, educational applications, and online platforms. This approach is able to accommodate differences in student learning styles, namely visual, auditory, and kinesthetic, so that the learning process becomes more flexible, interactive, and learner-centered. Supporting factors include the availability of technological devices, school support, and student enthusiasm. Meanwhile, inhibiting factors include limited internet access, unequal distribution of teachers' digital competencies, and limited time in lesson planning. The impact of this learning implementation is seen in increased motivation, engagement, and student learning outcomes, while encouraging the development of critical and creative thinking skills. Thus, technology-based adaptive learning is an effective strategy in improving the quality of education in elementary schools.  
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Diana Lestari; Sri Sugita Styo Wati; Wiwinda; Resti Komala Sari; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran tematik serta dampaknya terhadap peningkatan literasi budaya siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya literasi budaya siswa akibat pengaruh globalisasi yang menggeser eksistensi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui cerita rakyat, permainan tradisional, kegiatan seni budaya, serta konteks kehidupan sehari-hari mampu meningkatkan pemahaman budaya, kesadaran identitas, dan sikap menghargai keberagaman siswa. Selain itu, peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan implementasi melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis budaya. Faktor pendukung meliputi lingkungan budaya yang kuat dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media, bahan ajar, dan kompetensi guru. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran tematik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa serta membentuk karakter yang berakar pada nilai budaya bangsa.
Analisis Pembelajaran Berbasis Asesmen Diagnostik dalam Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Evita Nadia; Rika Sri Marisa; Wiwinda; Zubaidah Bayan; Hendro Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berbasis asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan kemampuan awal siswa sebagai dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik telah mulai diterapkan melalui tes awal, observasi, dan wawancara sederhana untuk mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen ini mampu membantu guru dalam mengidentifikasi perbedaan kemampuan akademik, gaya belajar, minat, motivasi, serta kesulitan belajar siswa. Dampak penerapan asesmen diagnostik terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan motivasi belajar. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya instrumen asesmen yang terstandar. Dengan demikian, asesmen diagnostik memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka, meskipun masih memerlukan penguatan dalam implementasinya.