Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kotoran Bebek Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik Terhadap Tanaman Jagung Nasution, Adelyna Oktavia; Adelika, Triana; Rahmawati, Suci; Tanjung, Indah Mayanisyah Putri; Nasution, Muhammad Reza Rafiqi; Marito, Marito; Nadila, Nadila
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6370

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah kotoran bebek sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik serta menganalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L). Kotoran bebek merupakan salah satu jenis limbah organik yang mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, dengan perlakuan berupa pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran bebek sebanyak 80 gram per tanaman (dosis rendah). Perlakuan ini dibandingkan dengan tanaman tanpa pupuk (kontrol) dan tanaman yang diberi pupuk kimia Parameter yang diamati mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol, dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dari kotoran bebek memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan hasil produksi jagung, khususnya pada dosis yang sesuai, Oleh karena itu, kotoran bebek memiliki potensi besar sebagai pupuk organik alternatif yang ramah lingkungan, yang tidak hanya mampu meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran dari limbah peternakan.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Bebek Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik Terhadap Tanaman Jagung Nasution, Adelyna Oktavia; Adelika, Triana; Rahmawati, Suci; Tanjung, Indah Mayanisyah Putri; Nasution, Muhammad Reza Rafiqi; Marito, Marito; Nadila, Nadila
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6370

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah kotoran bebek sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik serta menganalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L). Kotoran bebek merupakan salah satu jenis limbah organik yang mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, dengan perlakuan berupa pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran bebek sebanyak 80 gram per tanaman (dosis rendah). Perlakuan ini dibandingkan dengan tanaman tanpa pupuk (kontrol) dan tanaman yang diberi pupuk kimia Parameter yang diamati mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol, dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dari kotoran bebek memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan hasil produksi jagung, khususnya pada dosis yang sesuai, Oleh karena itu, kotoran bebek memiliki potensi besar sebagai pupuk organik alternatif yang ramah lingkungan, yang tidak hanya mampu meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran dari limbah peternakan.
Analisis Laju Penurunan Suhu Air Pada Termos Vs Wadah Biasa: Studi Komparatif Efisiensi Isolasi Nasution, Adelyna Oktavia; Pulungan, Siti Annisa; Agustin, Jiyan; Shalsabilla, Elsa; Safitri, Arum Lailan; Isma, Fatimah Az Zahra Hanifah; Yanti, Aidina Seisila; Adelika, Triana; Miraza, Nurul Fitria; Tanjung, Indah Mayanisyah Putri; Nadila, Nadila; Lubis, Eka Syam Setiawan; Sibuea, Dedek; Putri, Anisa Ananda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7734

Abstract

Kalor selalu bergerak dari benda dengan suhu lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah sesuai dengan Hukum II Termodinamika, kemampuan sebuah wadah untuk menahan laju perpindahan panas sangat penting untuk mempertahankan suhu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, 250 ml air dengan suhu awal 100°C digunakan untuk memeriksa laju penurunan suhu air panas dalam termos dan wadah plastik dengan pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit. Menurut hasil pengamatan, suhu air dalam termos menurun lebih lambat dibandingkan dengan suhu air dalam wadah plastik. Suhu air dalam wadah plastik menurun menjadi 44,2°C pada akhir pengamatan, sementara suhu air dalam termos tetap pada 79,5°C. Perbedaan ini menunjukkan bahwa isolasi termos lebih efektif dalam mencegah perpindahan panas. Hasil penelitian kuantitatif, yang menunjukkan bahwa termos kehilangan panas lebih lambat dibandingkan wadah plastik, mendukung hal ini. Menurut konsep sistem tertutup dalam termodinamika, termos lebih efektif dalam menjaga suhu air.