Masalah gizi yang biasanya terjadi pada usia remaja berkaitan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan.Faktor yang mempengaruhi status gizi secara langsung yaitu dengan sarapan dan faktor yang mempengaruhistatus gizi secara tidak langsung yaitu uang saku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan uang saku dengan status gizi pada remaja di Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data kebiasaan sarapan diperoleh menggunakan formulir food record selama 7 hari. Data uang saku diperoleh menggunakan kuesioner uang saku. Data status gizi diperoleh dari IMT/U. Analisis datahubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas respondentidak terbiasa sarapan (67,7%), uang saku yang cukup (62,6%), dan memiliki status gizi normal (72,3%). Hasiluji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value kebiasaan sarapan dengan status gizi sebesar 0,008 (<0,05) artinyasemakin baik kebiasaan sarapan maka semakin baik pula status gizi responden, nilai p-value uang saku denganstatus gizi sebesar 0,686 (≥0,05) artinya besar kecilnya uang saku tidak berpengaruh kuat terhadap status gizi.Kesimpulan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi, namun tidak terdapat hubunganantara uang saku dengan status gizi.