Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Laju Penurunan Suhu Air Pada Termos Vs Wadah Biasa: Studi Komparatif Efisiensi Isolasi Nasution, Adelyna Oktavia; Pulungan, Siti Annisa; Agustin, Jiyan; Shalsabilla, Elsa; Safitri, Arum Lailan; Isma, Fatimah Az Zahra Hanifah; Yanti, Aidina Seisila; Adelika, Triana; Miraza, Nurul Fitria; Tanjung, Indah Mayanisyah Putri; Nadila, Nadila; Lubis, Eka Syam Setiawan; Sibuea, Dedek; Putri, Anisa Ananda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7734

Abstract

Kalor selalu bergerak dari benda dengan suhu lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah sesuai dengan Hukum II Termodinamika, kemampuan sebuah wadah untuk menahan laju perpindahan panas sangat penting untuk mempertahankan suhu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, 250 ml air dengan suhu awal 100°C digunakan untuk memeriksa laju penurunan suhu air panas dalam termos dan wadah plastik dengan pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit. Menurut hasil pengamatan, suhu air dalam termos menurun lebih lambat dibandingkan dengan suhu air dalam wadah plastik. Suhu air dalam wadah plastik menurun menjadi 44,2°C pada akhir pengamatan, sementara suhu air dalam termos tetap pada 79,5°C. Perbedaan ini menunjukkan bahwa isolasi termos lebih efektif dalam mencegah perpindahan panas. Hasil penelitian kuantitatif, yang menunjukkan bahwa termos kehilangan panas lebih lambat dibandingkan wadah plastik, mendukung hal ini. Menurut konsep sistem tertutup dalam termodinamika, termos lebih efektif dalam menjaga suhu air.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Uang Saku dengan Status Gizi Remaja Putri, Anisa Ananda; Firmansyah, Firmansyah; Puspitasari, Dyah Intan
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5837

Abstract

Masalah gizi yang biasanya terjadi pada usia remaja berkaitan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan.Faktor yang mempengaruhi status gizi secara langsung yaitu dengan sarapan dan faktor yang mempengaruhistatus gizi secara tidak langsung yaitu uang saku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan uang saku dengan status gizi pada remaja di Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data kebiasaan sarapan diperoleh menggunakan formulir food record selama 7 hari. Data uang saku diperoleh menggunakan kuesioner uang saku. Data status gizi diperoleh dari IMT/U. Analisis datahubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas respondentidak terbiasa sarapan (67,7%), uang saku yang cukup (62,6%), dan memiliki status gizi normal (72,3%). Hasiluji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value kebiasaan sarapan dengan status gizi sebesar 0,008 (<0,05) artinyasemakin baik kebiasaan sarapan maka semakin baik pula status gizi responden, nilai p-value uang saku denganstatus gizi sebesar 0,686 (≥0,05) artinya besar kecilnya uang saku tidak berpengaruh kuat terhadap status gizi.Kesimpulan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi, namun tidak terdapat hubunganantara uang saku dengan status gizi.