Saragih, Febri Ando Pratama
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Teologi Dan Teknologi Sebagai Upaya Doing Theology Di Era Digitalisasi Saragih, Febri Ando Pratama; Gagola, Megaputri P.; Nanlohy, Kevin Tomi
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.323

Abstract

Artikel ini mencoba mengkaji bagaimana integrasi yang dapat dilakukan antara teologi dan teknologi, sebagai upaya doing theology di era digitalisasi. Hal ini berangkat dari keresahan penulis dengan melihat perkembangan dunia yang sangat pesat dalam berbagai hal, terutama dalam hal perkembangan teknologi. Dampak dari perkembangan ini juga dirasakan langsung oleh teologi, dan bagaimana gereja dan orang percaya berteologi (doing theology). Di satu sisi, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalankan tugasnya teologi membutuhkan teknologi, tetapi di sisi lain perlu juga dibangun sebuah konstruksi teologis bagaimana penggunaan teknologi tersebut untuk berteologi. Sehingga teologi dan teknologi menjadi hal yang menarik untuk dikaji ataupun dihubungkan dalam sebuah integrasi. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi integratif. Gereja dan orang percaya harus dapat melihat teknologi yang cenderung dimaknai sebagai hal sekuler yang digunakan untuk aktivitas kehidupan manusia, kini menjadi bagian yang dimanfaatkan juga oleh gereja sebagai suatu penghayatan baru akan makna teologis dari ibadah dan praktik-praktik kehidupan Kristen lainnya.
Doktrin Tritunggal Jürgen Moltmann Sebagai Model Berpolitik Orang Kristen di Indonesia Saragih, Febri Ando Pratama; Lubis, Nerti
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 18 No. 2 (2024): Pastoral dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v18i2.267

Abstract

This paper aims to analyse the doctrine of the Trinity developed by Jürgen Moltmann, one of the theologians who presented his theory of the Trinity and then linked it to human socio-political activities. Christians in Indonesia exist in the midst of a pluralistic world. So the task of bringing God's light and love in all aspects of life, including politics, in the midst of a plural world is very important to do. The writing of this article departs from the phenomenon of apathy shown by Christians in Indonesia towards politics, so that Christians are reluctant to focus their attention on political activities in Indonesia. This research uses a descriptive qualitative approach, with a literature study method, which examines and reviews the socio-political analogy of Jürgen Moltmann's Trinity doctrine as he explains in his book The Trinity and The Kingdom. The research found that the doctrine of the Trinity, which is considered difficult and complicated at the level of systematic theological discourse, has made a great contribution to the lives of believers, including politics. The doctrine of the Trinity developed by Jürgen Moltmann invites all believers to take part in an ideal socio-political life, thus producing a concrete model for the socio-political life of Christians in Indonesia.
Tinjauan Teologis Terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace Saragih, Febri Ando Pratama
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.225

Abstract

Konsep keselamatan (Soteriologi) dalam teologi Kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori atau konsep yang berkaitan dengan Soteriologi yang ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan. Salah satunya adalah Hyper Grace, yang menempatkan posisi kasih karunia di posisi yang sangat tinggi, tetapi mengabaikan tanggung jawab orang percaya yang sudah diselamatkan. Tulisan ini akan mengkaji dan meninjau asumsi-asumsi dasar kelompok Hyper Grace tentang doktrin keselamatan, sehingga dapat menyajikan konsep keselamatan yang benar menurut pandangan Alkitab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran Hyper Grace ini memberikan pemahaman-pemahaman yang keliru, tidak alkitabiah, dan berakhir pada penyesatan terhadap analisanya kepada doktrin keselamatan, khususnya mengenai respon atau tanggung jawab manusia setelah diselamatkan. Hal ini disebabkan karena kajian hermeneutika kelompok Hyper Grace yang keliru dalam menafsirkan teks-teks kasih karunia dan keselamatan. Gereja dan orang percaya harus berhati-hati dengan konsep ini, supaya tidak jatuh ke dalam penyesatan mengenai doktrin keselamatan.