Konsep keselamatan (Soteriologi) dalam teologi Kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori atau konsep yang berkaitan dengan Soteriologi yang ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan. Salah satunya adalah Hyper Grace, yang menempatkan posisi kasih karunia di posisi yang sangat tinggi, tetapi mengabaikan tanggung jawab orang percaya yang sudah diselamatkan. Tulisan ini akan mengkaji dan meninjau asumsi-asumsi dasar kelompok Hyper Grace tentang doktrin keselamatan, sehingga dapat menyajikan konsep keselamatan yang benar menurut pandangan Alkitab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ajaran Hyper Grace ini memberikan pemahaman-pemahaman yang keliru, tidak alkitabiah, dan berakhir pada penyesatan terhadap analisanya kepada doktrin keselamatan, khususnya mengenai respon atau tanggung jawab manusia setelah diselamatkan. Hal ini disebabkan karena kajian hermeneutika kelompok Hyper Grace yang keliru dalam menafsirkan teks-teks kasih karunia dan keselamatan. Gereja dan orang percaya harus berhati-hati dengan konsep ini, supaya tidak jatuh ke dalam penyesatan mengenai doktrin keselamatan.
Copyrights © 2024