Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Accuracy of the Trauma and Injury Severity Score (TRISS) in the Predicting Mortality of Emergency Patients: Focus on Evaluation at Three Critical Time Intervals. Tianda, Fenny; Syahrun, Syahrun; Kumboyono, Kumboyono; Suryanto, Suryanto
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 1 (2025): JKPBK Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i1.21108

Abstract

Latar Belakang: Trauma merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, termasuk di Indonesia. Sistem skoring trauma seperti Trauma and Injury Severity Score (TRISS) dan Injury Severity Score (ISS) digunakan untuk memprediksi mortalitas pasien trauma, namun efektivitasnya perlu dievaluasi di berbagai rentang waktu kritis.Tujuan: Menilai akurasi TRISS dalam memprediksi mortalitas pasien trauma di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada jam ke-6, 24, dan 48 setelah kejadian trauma, dengan ISS sebagai gold standard. Metode: Penelitian uji diagnostik cross-sectional dilakukan di RSUD IA Moeis Samarinda (Januari–Maret 2024) dengan sampel 166 pasien trauma (kriteria inklusi: usia >16 tahun, data lengkap; eksklusi: Death On Arrival, penyakit penyerta). Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho, kurva ROC, serta par TRISS menunjukkan sensitivitas sangat tinggi (98,9%) di semua rentang waktu, dengan nilai AUC optimal (0,973–0,994), mengindikasikan kemampuan prediktif yang sangat baik. Spesifisitas TRISS meningkat dari 77,1% (jam ke-6) menjadi 85,7% (jam ke-48). Akurasi TRISS juga tinggi (89,7–93,3%), melebihi ISS (87,5%). Korelasi signifikan ditemukan antara skor trauma dengan mortalitas (p <0,001).ameter sensitivitas, spesifisitas, Positive Predictive Value (PPV), Negative Predictive Value (NPV), dan akurasi. Hasil: TRISS menunjukkan sensitivitas sangat tinggi (98,9%) di semua rentang waktu, dengan nilai AUC optimal (0,973–0,994), mengindikasikan kemampuan prediktif yang sangat baik. Spesifisitas TRISS meningkat dari 77,1% (jam ke-6) menjadi 85,7% (jam ke-48). Akurasi TRISS juga tinggi (89,7–93,3%), melebihi ISS (87,5%). Korelasi signifikan ditemukan antara skor trauma dengan mortalitas (p <0,001). Kesimpulan: TRISS unggul dalam memprediksi mortalitas pasien trauma di IGD, terutama pada evaluasi jam ke-48, dengan sensitivitas dan akurasi yang stabil. Rekomendasikan penggunaan TRISS untuk triase awal dan manajemen pasien trauma di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.Kata kunci: TRISS, ISS, mortalitas, trauma, prediksi, IGD
Comparison of Sensitivity, Specificity, and Accuracy of ISS, RTS, and TRISS Instruments in Predicting Mortality of Trauma Patients Tianda, Fenny; Kumboyono , Kumboyono; Suryanto , Suryanto
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i5.1274

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of three trauma scoring systems—Injury Severity Score (ISS), Revised Trauma Score (RTS), and Trauma and Injury Severity Score (TRISS)—in predicting mortality among trauma patients at Inche Abdoel Moeis Regional General Hospital Samarinda's emergency room. Trauma assessment tools are crucial for reducing mortality rates and enhancing patient outcomes. While ISS focuses on anatomical factors, RTS integrates physiological parameters, and TRISS combines both for a comprehensive evaluation. Previous research suggests their effectiveness in mortality prediction, albeit with variations in performance. The absence of a dedicated trauma assessment system at the hospital underscores the urgency of this research. By evaluating the performance of ISS, RTS, and TRISS, this study aims to inform clinical practice and enhance trauma patient management, ultimately reducing mortality rates and improving outcomes in the emergency room setting. The study's methodology involves retrospective analysis of trauma patient data, including demographics, injury characteristics, and outcomes. Statistical analysis will compare the performance of the three scoring systems in predicting mortality with implications for trauma care protocols and resource allocation. Results will contribute to evidence-based decision-making in emergency room settings, facilitating more accurate triage and treatment strategies for trauma patients.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FOOT MASSAGE DENGAN MINYAK BAWANG DAYAK DAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI URGENSI: CASE REPORT Andriani, Dwi Astri; Nurjannah, Misbah; M Dirdjo, Maridi; Satria, Andri Praja; Novianto, Eko Deddy; Tianda, Fenny
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10372

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Pada kondisi hipertensi urgensi, diperlukan penanganan yang cepat dan efektif. Terapi nonfarmakologis seperti foot massage dengan penggunaan minyak alami dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas foot massage menggunakan minyak bawang Dayak dan minyak zaitun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat pasien hipertensi urgensi di instalasi gawat darurat. Dua pasien diberikan intervensi foot massage menggunakan minyak bawang Dayak (kelompok intervensi) dan dua pasien menggunakan minyak zaitun (kelompok kontrol). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit menggunakan tensimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan intervensi. Penurunan tekanan darah lebih signifikan terjadi pada kelompok yang menggunakan minyak bawang Dayak dibandingkan dengan minyak zaitun. Foot massage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penggunaan minyak bawang Dayak lebih efektif dibandingkan minyak zaitun, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam penatalaksanaan hipertensi.